Wednesday, 16 May 2018

Loving Yourself as Your Own Home❤

The biggest mistake that we make is that we build our homes in other people. We build those homes and we decorate them with the love and care and respect that we want to come home to at the end of the day. We invest in homes in other people, and we evaluate self-worth based on how much those homes welcome us. And when those people walk away, those homes walk away with them, and all of a sudden, we feel empty because everything that we had within us, we put in those homes. We trusted someone else with pieces of us. That emptiness that we feel doesn't mean that we have nothing to give, or that we have nothing within us. It's just that we built our home in the wrong place.
―Najwa Zebian


Selama saya hidup, 24 tahun, saya belum pernah mengenal yang namanya self-love. Saya tumbuh jadi anak yang biasa menyenangkan orang, menghindari konflik; sehingga seringkali saya mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri saya sendiri. Saya cenderung anak yang nggak enakan, apa-apa minta maaf kalau ngerasa nggak enak. Termasuk dalam hal menilai diri sendiri, saya terbiasa mendapatkan pujian dari orang lain, tidak pernah memuji diri sendiri. Bahkan saya seringkali rendah diri (atau merendah) biar 'enak'.

Saya baru mengenal self-love baru-baru ini. Karena quotes dari Najwa Zebian di atas, saya menyadari hal yang baru ini saya harus pelajari karena saya kehilangan arah untuk 'pulang'.

Home isn’t a place. Home is anywhere, just as long as the people you love are there.

 ―Kristen Ashley

'the people you love' di atas, nggak pernah termasuk diri saya sendiri. Saya menempatkan diri saya ya sebagai saya yang love other people, subjek bukan objek, bukan sebagai pribadi yang harus dicintai juga. Nggak pernah!

Yang saya tau, yaa self-love itu: 
  1. the instinct by which one's actions are directed to the promotion ofone's own welfare or well-being, especially an excessive regard for one's own advantage
  2. conceit; vanity
  3. narcissism

http://www.dictionary.com/browse/vanity

Selama ini, menurut saya itu suatu keegoisan, narsis! Sampai akhirnya saya sadar kalo yang akan selalu ada ya diri kita sendiri. Selama ini saya selalu menghargai diri saya berdasarkan apa yang orang lain katakan, orang yang saya taro sebagai prioritas saya, sebagai 'main home', sehingga saya harus nunggu dulu dia bilang saya cantik, baru saya merasa cantik; saya pengen terlihat cantik cuma buat orang itu, bukan untuk diri saya sendiri, sehingga saat saya nggak dibilang demikian, saya merasa nggak cukup cantik. Demikian halnya dengan pekerjaan, saat saya ngerasa nggak bagus, ya saya akan minta maaf abis-abisan karena (saya merasa) mengecewakan orang lain; tapi saat saya mengerjakan sesuatu yang excellent buat saya, saya tetep nunggu orang lain bilang bagus, barulah itu bagus buat saya, kalo nggak, ya berarti nggak jadi bagus. Ini salah satu masukan dari bos magang saya, kurang-kurangin deh minta maaf, ganti dengan 'Saya akan berusaha lebih baik lagi kalau dikasih kesempatan selanjutnya.' "Soalnya kerjaan kamu nggak sejelek itu kok," katanya.

Iya, saya menghargai diri saya tidak setinggi yang seharusnya.

Ini saya rasakan sebagai titik balik, mengenal diri, mencintai diri sendiri nyatanya memang perlu, biar kebahagiaan kita nggak terbatas pada apa yang diberikan orang lain aja, tapi juga apa yang kita sendiri kasih ke diri kita. Kita bisa cinta sama orang lain segitunya, masa nggak bisa unconditionally love ourselves?

Mulai dari sini saya mulai banyak denger/ baca tentang how to love myself. Salah satunya ini Love Yourself. Sejak saat itulah saya mulai bisa menerima kalau saya worth it. (Masih belajar buat bikin ini terdengar ga sombong lol)


Membuat tulisan ini merupakan salah satu bentuk nyata saya mencoba loving myself. Kenapa? Karena di tulisan ini saya kayak kasihtau kekurangan saya, hal yang mungkin jadi salah satu dark side saya, yet one step of loving-yourself game is how to embrace your dark side. 

You are a human. Sometimes you’re stormy. Sometimes you’re placid. Sometimes you’re in between. You can’t be any other way. And that’s perfect.

Well, ini salah satu pelajaran yang menyenangkan banget. Suatu hal baru yang nggak pernah saya sadari saya butuhkan, sampai saya ditunjukkan ini di titik rendah dalam hidup saya. Kapan-kapan cerita tentang ini lagi yaa hehe mau tarawih pertama :') alhamdulillah.

Selamat puasa semuanya. Semoga puasa dan ibadah lainnya lancar, berkah, dan menyenangkan.

Love,
Nazmun❤

Image result for love yourself first quote

No comments:

Post a Comment

Written in the Stars

Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...