Thursday, 27 June 2013

HGN -mengingat kembali

jadi saya bakal cerita soal project pkm (pengabdian kepada masyarakat-nya senat fk unpad)]

well,  hgn (hari gizi nasional) diperingati setiap tgl 25 januari, tapi pkm baru mengadakannya bulan april. mengapa harus bertepatan dengan tanggal sesuatu? lebih karena biar berasa acaranya itu ada dan bisa diinget terus, dan juga biar latar belakangnya lebih dapet.

tujuan hgn adalah lebih ke preventif dan promotif, jadinya kita tuh pengen menurunkan angka kematian atau kesakitan ibu yang sedang hamil atau pun menyusui, karen ternyata menurut survey, angka tersebut tinggi salah satunya karena nutrisi ibu ketika sebelum hamil, ketika hamil dan sesudah melakhirkan.

maka dari itu, kami gak bikin survey ke desa tujuan kami. lebih karena tujuan kami yang promotif dan preventif, lebih ke membuka wawasan mereka aja tentang gizi ketika hamil dan menyusui. kami pertama mengunjungi ibu kader, jadi ibu kader inilah ibu2 yang aktif dalam membangun ibu2 di desanya. dari ibu kader ini kita dapatkan informasi mengenai jumlah ibu2 hamil dengan berbagai macam usia kehamilan dan ibu menyusui.

mulailah menyusun materi, di mana kami berkonsultasi kepada dr. eko fuji ariyanto, beliau dari departemen gizi. beliau cukup banyak memberi masukan tentang apa saja yang sebaiknya kami paparkan dan bagaimana agar efektif. beliau juga menyarankan agar dari kami-lah pembicaranya, agar sekaligus kami berlatih menjadi dokter tidak hanya dapat menyembuhkan, namun juga mencegah penyakit. dokter eko akan tetap hadir sebagai supervisor kami, sekaligus narasumber ahli yang akan memaparkan kebenaran mitos2 yang selama ini berkembang di masyarakat mengenai makanan2 yang boleh dimakan atau tidak boleh dimakan ibu hamil. beliau juga akan menjawab pertanyaan2 dari para ibu setelah pemaparan materi.

akhirnya setelah ditetapkan pembicaranya, hgn pun datang :) awalnya kami bingung sendiri karena ibu2nya belum juga datang pada saat di rundown mereka harusnya sudah datang, tapi satu per satu mereka datang juga hehe (ini salah satu eveluasi kami, bahwa ibu2 itu gak bisa terlalu pagi kalau ada acara, mereka punya tanggung jawab sendiri terhadap pekerjaan rumah tangga)

akhirnya materi pun dimulai. tidak hanya penyuluhan mengenai gizi, kami juga membuka kesempatan bagi teman2 kami mahasiswi kebidanan untuk ambil bagian dalam kegiatan ini. untuk itu kami mengadakan pula antenatal care. mereka tidak memeriksa sendiri melainkan ada bidan dari d4 kebidanan. di sinilah semangat kerja sama antara mahasiswa kedokteran dan kebidanan terlihat. nyatanya kami dapat bekerja dalam satu kegiatan bersama, tanpa membeda-bedakan 'dokter' atau 'bidan' dan yang mana yang lebih tinggi derajatnya. tidak. nyatanya kami akan menjadi sejawat yang tujuannya akan sama, yaitu kesejahteraan ibu2 di indonesia.

pada hari itu juga, kami melakukan evaluasi melalui kuis berhadiah untuk ibu2nya. dan mereka ternyata terlihat begitu antusias dan memahami apa yang kami sampaikan, setidaknya begitulah mengingat hadiahnya habis :p

setelah acara, kami juga mengunjungi rumah ibu kader dan meminta feedback secara langsung untuk evaluasi kami ke depannya.

hari itu, kami dapat merasakan senangnya berbagi dengan ilmu yang kami miliki untuk orang lain. kala itu, kami seolah melupakan sulitnya mengurus ini-itu, berjualan untuk mendapat dana agar acara terselenggara dengan baik, dan mengurus hal lain. ya, dari acara perdana pkm 2013 ini, kami dapat merasakan pentingnya early community exposure, di mana inilah yang akan menjadi ranah kerja kami, bertemu dengan masyarakat, dengan mempengaruhi orang lain agar mau memperhatikan kesehatan mereka sendiri. dan dengan terjun langsung ke masyarakat, kita dapat langsung bertemu dengan hambatan2 yang ada di tengah2 mereka, bukan hanya berkata2 dalam teori saja.

ya, pentingnya kerja sama di sini terlihat betul, karena nyatanya tidak dapat semuanya dikerjakan sendiri, sehebat apa pun orangnya. sekecil apa pun peran setiap orang, berarti besar terhadap ibu2 peserta. maka dari itu, inilah kami, kami, bukan dia dan aku. pkm <3<3<3

Monday, 17 June 2013

ujung perjalanan ini

tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini, dan tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini...

ya, sepenggal lagu sheila on 7 itu mengingatkan saya, bahwa ujung perjalanan ini adalah saat nanti kembali pada-Nya

mereka bilang, "tinggal 5 hari lagi bisa bebas"
tidak. justru hari ini akan menjadi awal, bagaimana nanti saya ke depannya akan membaktikan ilmu saya.
semoga apa yang saya maksimalkan hari ini, bisa bermanfaat untuk diri saya sendiri dan untuk orang lain nantinya.

ya, nyatanya, setiap diri kita sering dibatasi oleh suatu batas yang kita buat sendiri. ah, gak mungkin bisa tidur cuma 3 jam, gak mungkin bisa ngejar segini banyak dalam waktu singkat, dan batasan lainnya yang akhirnya bikin kita beda tipis sama orang yang menyerah.

ya, saya membuktikannya pada mde ini. saya memang masih jauh dari kata 'menyempurnakan usaha'
tapi, satu hal, bahwa yang dibilang iwan setiyawan dalam 9summers10autumuns itu benar, "berlayar terus berlayar, jangan tunggu keajaiban datang"
karena keajaiban jarang sekali datang, lebih baik kita menjemputnya ;)

selamat mengerjakan mde, nazmun, dan nostra, semoga setiap soal, bahkan setiap detik proses kita dinilai ibadah oleh Allah swt.
semoga, seharian ini menjadi ibadah buat kita di sisi-Nya
semoga ilmunya akan kembali ketika kita butuhkan, semoga bisa tahan sampai jadi dokter, semoga bermanfaat.

semangat!!

Wednesday, 12 June 2013

OSCE :)

dan adalah sebuah keniscayaan bahwa osce sudah pasti lulus dan dapet A
tapi lulusnya gatau kapan haha

saya sih berharapnya jangan sampe remed lebih dari 5
kalo engga saya mesti ngulang masa tahun depan -_-
ya, Allah pasti menilai usaha saya selama ini, meskipun usaha saya masih retak2, belum sempurna

Allah gaakan pernah menzalimi saya

well, jadi tadi saya udah osce haha
dipanggil kloter kedua
terus setelah diisolasi saya siap osce :D
tapi station pertama saya neonatal resuscitation
sama dr. nia, dan saya lupa nyebut harus liat ke dada bayi
dan saya pake stetoskop terus haha kocak, kayaknya saya remed deh
terus HT STI, saya lumayan lancar dan sesuai harapan lah, saya emang udah hafal ini sampe alam bawah sadar

lanjut, saya anthrop, sama istrinya dr. ronny, adem sih jadi ya gitu, walaupun saya takut salah tapi bismillah deh hehe
teruuus, hmm prescription, dokternya baik banget, mancing2 saya, saya lupa nulis kota -_-"
lanjut, BREAST EXAM aaaaaaaaaaaa sama dr. siti sih, tapi saya masih gabisa ternyataaa aaaaaa teruus, saya belom selese gambarnya, fix remed

mmm terus ada normal labor, dokternya kalem banget, bismillah deh, saya lupa nyebutin spigmo, yaudahdeh mau diapain haha
terus kan saya pikir station selanjutnya adalah lanjutan labor kan, gataunya partograf -_-
terus ada pertanyaannya dulu lah dari dokternya
dr: sekarang kamu mau ngecek progress kelahiran, pake apa?
saya: partograf dok
dr: partograf bisa buat patologis gak?
saya: gabisa dok
dr: jadi kalo breech gabisa?
saya: kurang tau dok
dr: KAMU HARUS TAU!
saya: gabisa dok, karena ada penurunan kepala
(baru dikasih partografnya)
dr: ini ada data awalnya

trus saya langsung ngeplot dong -_-
padahal saya yang udah ingetin orang2 biar ga langsung ngeplot, inget bukaan dulu
aaaaaaaa
akhirnya saya salah
dan bukaannya juga baru 3
saya: dok, ini kan belum masuk fase aktif dok
dr: ya emang gaboleh
saya: terus saya harus gimana ya dok? saya boleh minta partograf lagi dok?
dr: udah biar kita tau kamu salahnya di mana

saya mengerjakannya dengan perasaan risau haha
terus juga gak setiap 30 menit, dan menurut saya saya gagal pun karena memang ketika di kelas skills gak diajarin kayak gini
terus keburu bel, dan saya bahkan belum selesai yang belakangnya haha
udahlah fix remed, fix fix!

seterusnya, saya cuma bisa mengelus dada aaaaa partograf ;(
teruus, saya ke infection prevention
biasa ajasih, sampai saya menyadari tangan saya keluar (AAAAAAAAAAA) dan dokternya lagi merhatiin
udah fix remed (walaupun masi berdoa semoga dokternya gak gitu liat)
terus masa iketannya belum diiketin sama bapak yang ngelipet bajunya ;(

terus, venereologi, sama dr. ismed, untung aja dokternya ingetin saya pake glove, kalo engga udah remedlah haha

dan terakhir, dr. Ronny ;') saya selalu suka sama beliau
history taking obstetrics, beliau bilang saya dapet nilai 100

dr: nazmun, saya mau nanya sama kamu, kira2 kenapa kamu harus tau pendidikan terakhir ibunya?
saya: biar saya bisa perkirakan pengetahuan dia terhadap perawatan kandungannya gimana dok
dr: engga2, maksuda saya buat sekarang, ya logisnya aja, ini gaakan ngurangin nilai kamu
saya: oh, buat gimana cara saya bicara ke pasien
dr: iya, buat pemilihan bahasa kamu, ga mungkin kan kamu bilang ke ibu yang lulusan sd "preterm" mana ngerti, kamu bilanglah cukup bulan, keguguran, bahasa yang gampang aja
saya: oiya dook
dr: lalu kalo alamat, buat apa?
saya: buat tau apakah jarak ke sini jauh apa engga
dr: hah, iya gitu? ayo dong, masa orang yang nilainya 100 kayak kamu jawabannya gitu
saya: hehe apa ya dok, maaf dok. oh mungkin buat liat status ekonominya beliau
dr: nah, iya. dengan gitu kamu bisa perkirakan harus memberi suplemen tidak, kalo dia tinggal di gang gitu, kira2 lagi ada wabah dbd atau penyakit lain apa tidak, dan kalo ada terapi yang bermasalah kamu bisa cek rumahnya
saya: oooh, yaya dok, terimakasih banyak dok
dr: yaudah, sekarang kamu mau di sini ngobrol sama saya apa mau diri di luar?
saya: di sini aja dok :) *hihihihihhi*
dr: yaudah gapapa. ya jadi gitu ya nazmun, kamu harus perhatikan, jangan cuma nanya tapi gatau maksudnya untuk apa

ya, dan saya selalu suka sama dokter ronny yang selalu ajarin kita buat berpikir logis dan menyambungkan semua ke kehidupan nyata

saya suka banget karena ketika diajar sama beliau, saya merasa menjadi calon dokter, dan saya disadarkan bahwa saya mengikuti osce ini untuk kepentingan pasien saya nantinya, bukan sekedar untuk nilai atau kalo buat osce: LULUS SEKARANG JUGA
buat apa lulus kalau saya sendiri ternyata masih gak ngerti tindakan yang saya lakukan buat apa
gaada integrasi pengetahuan dan tindakan saya

ya, begitulah Allah menuliskan skenario hidup saya, di saat saya memang sudah berusaha sekuat tenaga saya namun hasilnya masih tidak sesuai harapan saya, Allah memberikan ending yang terbaik untuk saya, ketemu dr. ronny dan menyadari bahwa saya di sana sedang belajar, bukan mengejar yang lain

ya, Allah selalu sayang sama orang kayak saya, yang dosanya gak terhitung lagi, yang pengetahuannya memang seujung kuku
dan saya masih diberi kesempatan untuk mengambil pelajaran dari osce hari ini
di mana ketika kita sudah berusaha sekuat yang kita bisa, tidak akan ada penyesalan yang terlalu dalam, karena satu hal yang saya tahu, saya telah memaksimalkan ranah saya dengan sekuat tenaga, meskipun tetap saja belum sempurna

dan saya mempercayai Allah tidak akan pernah salah mengerjakan ranah-Nya
Allah mau saya kuat dengan remedial jumat besok, Allah mau saya lebih rajin lagi belajar, dan intinya:

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)

ya, dan apalagi yang saya harus risaukan sekarang jika saya meyakini bahwa Allah lah sebaik2 pelindung dan penolong?
apa?
dan pagi tadi, saya memang baru saja -kembali- meluruskan niat saya ada di sini
saya tau, Allah Maha Tahu bahwa saya memang yang Dia pilih untuk menjadi dokter
seperti menjalani 10 station tadi, saya akan menjalani pendidikan kedokteran yang ada di depan sana dengan optimis, meskipun station yang telah saya lewati di belakang masih retak2 :')

ternyata ikhlas itu indah :D
alhamdulillah, makasih banyak ya Allah!
semangat!!

ps: maafin yang baca kalo gak ngerti ini postingan apa haha, emang isinya anak fk yang ngerti, buat diary saya doang :p

Written in the Stars

Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...