Sunday, 6 May 2018

April

Postingan dengan judul April dibuat di bulan Mei. Iya, saya mau merangkum bulan ini dalam satu tulisan. Insya Allah mulai bulan ini saya akan mulai aktif kembali menulis blog, untuk kenang-kenangan saya, kalau bisa bermanfaat untuk orang lain itu bonus ya hehe. Doakan aja ya semoga konsisten (mengingat saya akhir-akhir ini -ngga deng, seringnya- mager).

April adalah bulan yang diawali dengan tanggal 1 yang sering disebut-sebut April mop. Buat saya, bulan ini memang rasanya seperti 'bohongan ya?' 'bilang ini april mop dong'. Baiklah, kapan-kapan saya bakal cerita soal relationship issues di postingan terpisah ๐Ÿ’-dengan saya yang lebih bijak dan tanpa amarah tentunya-.

๐Ÿ™‹Bulan ini saya banyak membaca buku.

Buku yang saya baca adalah Tuesdays with Morrie. Buku ini ditulis oleh Mitch Albom, berdasarkan kisah nyata tentang seorang mahasiswa yang datang setiap selasa ke rumah dosennya yang dying karena suatu penyakit, Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) namanya. Buku ini saya pinjam dari Dea, udah lama banget sampe-sampe selalu lupa udah dibaca sampe mana setiap buku ini saya buka. Oiya, kegiatan saya di bulan April ini masih menjadi dokter internship di Puskesmas kelurahan, jadi siang-siang biasanya memang ada waktu yang cukup buat saya baca buku (dibanding mengerjakan pekerjaan saya, minipro, tentunya haha emang dasar procrastinator๐Ÿ’†). Buku ini bagus sekali. Buat orang yang cukup melankolis seperti saya, semua quotes yang ada di dalamnya bisa saya relate ke kehidupan sehari-hari -kehidupan yang mendadak jadi penuh kesedihan, if you know what i mean-. Salah satu dua tema yang sangat bagus adalah tentang emotion dan forgiveness.

#1 Emotion
Morrie sedih. Iyalah ya pasti. Tapi dia selalu bilang kalo ngga boleh membenci kesedihan, denial kalo lagi sedih. Yang harus dilakukan adalah "throwing yourself into emotion, allowing yourself to dive in to experience them fully and completely". Dengan begitu, kita tahu oh ini sedih, ini sakit, ini marah, ini duka.

Ngga. Perasaan ini ngga lama-lama juga diratapi, Morrie juga bilang detach from it. Setelah kita memahami dan menjalani emosi ini, segera lepaskan emosi ini. Sudah selesai, sudah pernah mengalaminya.

Somehow, ini teori yang sangat mudah diucapkan, namun rasanya hanya orang-orang tertentu saja yang mampu๐Ÿ˜ dan saya belum betul-betul bisa menjalaninya. Tapi secara kesadaran penuh, saya mencoba melakukan ini. Saya nangis, saya ngomel-ngomel, saya nggak menahan-nahannya. Trus besoknya saya coba detach. But the subconsious part of my mind still can't lie to me everytime I remember those moments, the truths. Tapi gapapa, ini tetap pelajaran yang oke banget dari Morrie.

#2 Forgiveness
It's not just other people we need to forgive. We also need to forgive ourselves. For all the things we didn't do. All the things we should have done.

Ini sih, kadang kita suka menyalahkan diri sendiri lebih dari orang lain, seolah kita tuh musuh buat diri kita sendiri, benci banget kayaknya. Padahal diri kita juga perlu dimaafkan, bukan cuma orang lain. Diri kita juga berhak dapetin itu loh. 

Lagi-lagi, teori selalu menang. Kenyataan kadang nggak selalu sampai ke harapan kita. Saya berusaha banget buat memaafkan segala yang saya rasa salah, baik itu buat orang lain, maupun diri sendiri, tapi masih ajaaa ada sisa-sisa amarah๐Ÿ˜Ÿ tapi gapapa, lagi-lagi, namanya juga belajar. Insya Allah bisa pelan-pelan.

Overall, this book is recommended for those who like the self-motivation book (and the so-called 'quotes' of course!).

Buku selanjutnya yang saya baca adalah 88 Love Life oleh Diana Rikasari. Sudah sejak lama saya suka banget sama blognya hotchocolateandmint, dari jaman SMP kali ya, dari akses internet satu-satunya adalah ke warnet. Buku ini berisi quotes beliau mengenai Love dan Life. Bagus sekali buat yang mau mengisi hati dengan kebaikan-kebaikan hahaha terutama yang ngerasa hatinya udah tercemar seperti saya.

"When people hate you, love them back."

Buku lainnya yang saya baca (baru setengahnya) adalah Act Like a Lady, Think Like a Man by Steve Harvey. Isinya mengenai perbedaan cara perempuan dan laki-laki mencintai, disertai tips how to act like a lady. 

Buku ini (walaupun baru setengahnya saya baca) memberikan saya banyak! banyak banget pengetahuan haha at least untuk apa saja yang selama ini saya lakukan (dan ternyata kurang tepat) dan yang saya suka tanyakan dalam hati, kenapa sih dia begini, atau kenapa sih dia begitu? Iya guys, ternyata cara perempuan dan laki-laki memandang cinta dan mencintai itu sangat berbeda.

Yang kedua, menjelaskan ke saya, kenapa ada wanita yang ngerusak hubungan orang lain. Kenapa ada wanita yang mau jadi yang kedua, dan kenapa laki-laki melakukan itu sih. Mau tau? Karena simply mereka punya low standard, low requirement yang saat dirasa oleh laki-laki mampu dia capai yaa laki-laki ini bakalan lebih milih wanita ini. Bakalan banyak perempuan yang kayak gini, yang bisa kita lakukan untuk memutus rantai ini adalah mendidik anak perempuan kita biar ga mau dikayak-giniin.

((hehe berasa ya marahnya, ngga kok ini cuma #notetomyself #notetofuturedaughter))

Buku ini bagus! Sayang sekali saya bacanya di hp, jadi agak kurang convenient. Pasti saya lanjutin, nanti diupdate ya.

Kemudian, Lang Leav! Saya tau ini dari temen-temen iship saya yang sangat pengertian akan mellownya saya akhir-akhir ini (HAHA). Saya baru baca yang Universe of Us. Isi buku ini cuma poem, poetry. Iyap, tentang cinta pastinya sih ya, ada banyaaaaakkk yang saya screencapture hahaha mengingat ini memang menusuk-nusuk semua dan saya emang masokis, jadi saya baca lah yaa. Salah satu dua yang saya suka ini.



Saya share ini ke temen cowok saya, terus dia bilang, "Bagus sih ya, tapi sudut pandangnya cewek banget."

Nggak berapa lama kemudian dia chat lagi, "Woy, ini orang ngga ada pikiran lain ya hidupnya, cuma mikirin ini doang."

๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜†
tapi emang galau banget ngga ngerti lagi. Jangan dibaca lah ini, agak toxic.

Terus, sekarang saya lagi baca The Architecture of Love-nya Ika Natassa. Ya sejenis Critical Eleven lah yaa. belum seperempatnya, saya belum terlalu eager lagi buat baca. Nanti diupdate yaa kalo selesai, kayaknya sih ngga.

๐Ÿ™‹Bulan ini saya banyak menonton film.

Termasuk film korea ๐Ÿ˜‚ Descendant of The Sun (DoTS).
Atas rekomendasi Mbak Galuh, saya -dengan niat- membeli DVD bajakan -ups- dan menontonnya. Eh di episode ke-8 kasetnya rusak hahaha. Suka sih, tapi ngga sampe seperti yang ada di bayangan saya, sampe begadang-begadang, yaa biasa aja sih ngantuk mah tetep tidur. Nanti dilanjutin kalo kasetnya udah beli lagi.

Coco.
Bagus! Nangis pasti sih. Tapi pas nonton ngga begitu niat jadi kurang dapet perasaannya haha.

The Greatest Showman.
Bagus... tapi not a fan of musical dramas, jadi bagus aja. Never Enough oke banget sihhhh tapi, siapa yang bisa mengingkari.

Black Panther.
Bagus, tapi not a fan of superhero movies jadi bagus aja, lucu malah -goyangan dadanya, baju koko dan sendal masjid T'Chakanya- ๐Ÿ˜น

Wonder.
Wah ini sih, luar biasa. Tipe-tipe film yang sepanjang film saya nangis karena tersentuh. Bagus banget, ceritanya kuat bangeeeet, dan yang paling saya suka adalah saat film ini ngga cuma menggambarkan sebuah cerita dari sudut pandang pemeran utamanya aja, tapi juga pemeran lainnya. Simply, karena setiap orang punya masalah masing-masing, everyone you meet is fighting a battle you know nothing about. Be kind. Always.

๐Ÿ™‹Bulan ini saya banyak ketemu temen-temen.

Mulai dari ketemu Dea, Fakhri, Tika, Jeki, Vermes!, sampe temen koass kayak Karinna, Rani, Shofi, dan Charles.

I am loved :') udah itu aja hahahaha.

Oiya, saya dateng ke sumpah dokternya Hanum, ketemu Billy (temen OSN), Zharifah dan Haryo jugaa. Terus pulangnya pertama kali lewatin underpass Kuningan-Mampang dengan Transjakarta baru. What a day.

Saya ke Bandung! Finally, saya datang ke kota tempat saya belajar, kota dengan beribu-ribu (lebaynya) kenangan :') semuanya sih kenangan banget wkwk. Randomnya saya ke sana naik kereta berdua Jeki doang karena Fakhri H-1 batal ikut. Random dan nggak kebayang bakal gimana di jalan mengingat saya memang ngga terlalu dekat sama dia haha tapi it turned out nice! Seru juga kok. Di Bandung saya ke Chinatown (layaknya turis), ke Se'i Sapi Lamalera! yang sudah lama sekali penasaran mau dicobain, dan ke rumah Dea (tentunya) di Dago. Liburan yang nggak pernah direncanakan dan nggak saya sangka bakal sangat menyenangkan. Sebelum pulang kita jajan Es -kekinian- Kepal Milo. B aja, es krim Milo juga B aja. Hehe ✌ Looking forward to another holidaaay!

Saya juga untuk pertama kalinya dateng ke Final Abang-None Jakarta Pusat 2018, bareng Karinna di Taman Ismail Marzuki. Yap, my lovely Manyi jadi salah satu finalisnya, daaaan, menang dong :') bangga banget ga sih. Kenal Rani udah lama, tau motivasi ikutan ini, dan liat potensinya dia beneran bikin bangga dan jangan nge-judge! Mereka bukan cuma gaya-gayaan doang atau mau terkenal doang hehe #notetomyself. Oiya, pulang pergi menuju ke Stasiun Cikini, saya dan Karinna naik bajaj. Naik kereta yang jam 11 malem, ternyata masih penuh juga loh. What a day.

Saya (marathon) kondangan di hari di mana ada pembagian sembako di Monas itu. Asli yang namanya macet, ya macet banget, gerak dikit-dikit doang. Ya siapa suruh ya, udahnya dari Taman Mini, menuju ke Senen saya malah naik Go-Car sama Cibi, yah habislah sudah di jalan. Akhirnya saya dan Cibi turun di jalan terus naik Go-Jek (padahal udah tinggal 1 km lagi sampe Dhanapala!) Alhamdulillah masih sampeee dan bisa foto di pelaminan sama Wawan-Dina. Oiya, selamat ya Kang Rahman-Nisa, dan Wawan-Dina hihiw. Pulangnya, saya ngobrol-ngobrol bertiga Shofi dan Charles. Senang sekali. What a day.

๐Ÿ™‹Bulan ini saya banyak belajar hal baru.

Materi-materi yang saya pelajari tentang ilmu agama sih, mostly buat ketenangan dan kedamaian hati aja dan sedikit tentang mempersiapkan pernikahan (xoxo) dan parenting. Dikit banget! Belum pantes dishare hehe nanti kapan-kapan insya Allah yaa.


๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’ฌ

At first, I thought that I hate April that much. But, it turns out that April isn't that bad. I lost something (used to be) so important in my life, in return I gained a lot of lessons, I found myself again.


To lost a quid and found a fiver. (aamiin) ๐Ÿ’“ 
Nikmat yang terbesar yang saya dapat selama bulan ini adalah kembali mengharap, menghamba kepada Allah swt. Dijemput Allah kembali pada jalan-Nya, dipilih Allah untuk menjauhi jalan yang tidak diridhoi-Nya. Merasakan nikmatnya nangis di atas tempat sujud (lagi). Memangnya ada yang lebih indah dari nikmat ini?


Jakarta, 06 Mei 2018
Sincerely,

Nazmun














No comments:

Post a Comment

Written in the Stars

Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...