Friday, 22 March 2013

sungguh, ini perasaan saya #penting

"Dan saya melihat lagi, semangat yang dulu pernah saya kembangkan ketika melihat Abi, adik kelas Stavi dengan semangat belajar OSK, padahal dia dulu belum pernah ikut hal ini. Dan saya ingat Nazmun bercerita tentang latar belakangnya. Ya, niat belajar seperti inilah yang saya perlukan. Ikhlas dan keingintahuan yang tinggi. Inilah yang saya suka ketika saya mengajar anak yang mau ikut Olimpiade : mereka belajar atas kemauan mereka" -seorang calon teman sejawat
ya.. saya merasa saya perlu membicarakan tentang bagian manis dalam hidup saya, OSN, manado 2011

orang akan muak mendengar kata OSN? ngerasa saya sok? silahkan saja :)

di sinilah saya mengerti suatu keinginan itu harus diperjuangkan
dan selama keinginan kita itu baik, kejarlah, dan berhenti di satu titik untuk menyerahkan hasilnya kepada Allah

ya. kemarin saya baru saja melihat seorang anak yang sangat semangat mengejar cita-citanya
cita-cita untuk masuk olimpiade biologi
kenapa saya tertarik? karena saya melihat diri saya dahulu di dalam diri anak ini
saya mengejar OSN dengan segala kekurangan saya
dengan segala mimpi saya
dengan sakit yang saya rasa ketika menjajaki kerikil rel kereta api di stasiun manggarai, ketika pelatihan ke sma 8
dengan mata yang lelah, capek, ngantuk, tapi masih mau belajar karena saya tahu target saya dapet medali
target? ya, lebih seperti mimpi di siang bolong
namun seperti mimpi yang sangat indah, saya enggan untuk bangun
ah, biarlah Allah yang menentukan hal baik apa yang akan terjadi untuk hambanya ini

dan tidak pernah salah ketika kita mengusahakan sesuatu yang baik

say merasa, masa OSN inilah masa yang sangat manis, sehingga ketika ada orang yang mencibir OSN, saya bisa sangat sakit

OSN itu... membuat saya menemukan di mana art dari biologi
dan OSN itu... membuat saya mengenal banyak orang luar biasa

OSN itu, simply, mengubah diri saya...
sekian.

No comments:

Post a Comment

Written in the Stars

Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...