ya, barusan saya abis mentoring sama mentor saya, teh mila
teh mila ini luar biasa banget, cantik, lembut, baik, sabar, dan inspiratif :')
begitu pula mentor saya terdahulu, teh dwi yang sekarang udah menunggu masa2 koasnya hehe
teh dwi ini luar biasa banget juga, cantik, baik, tegas dan ilmunya begitu luas sehingga kalo saya menghabiskan waktu sebulan bareng beliau pun gak akan selesai ditransfer hehe
dan juga mentor saya pas sma, ka ifah, seorang hafidzoh 30 juz yang juga luar biasa
entah mengapa saya merasa beruntung sekali terfasilitasi untuk lebih banyak belajar tentang agama dari beliau-beliau yang luar biasa ini
somehow, setiap habis mentoring, saya merasakan diri saya kembali berisi penuh, seperti hape yang baru dicharge :')
well, hari ini jam 7 pagi teh mila udah dateng ke bale 3 buat mentoringin kita
subhanallah, saya mikir aja bahwa komitmen beliau buat mentoringin kita itu luar biasa loh, dan bawa pizza lagi :9
jadilah kita makan pizza sambil mentoring :D
tadi kita ngebahas keutamaan sholat tahajud
dan subhanallah ya, sholat tahajud itu ternyata sholat sunnah yang paling utama, ya logis sih karena effortnya juga gede banget
dan di waktu2 malam inilah, Allah turun dan mengabulkan doa-doa kita, mengampuni dosa2 kita :)
luar biasa bukan?
terusnyaaa, terakhir, ngomongin tentang dua perumpamaan yang menurut saya cool B-)
pertama, selain di mentoring kita juga harus meng-upgrade diri kita dengan senantiasa meningkatkan ibadah yaumiah kita, jangan seperti lilin, sibuk menerangi yang lain tapi membakar dirinya sendiri...
somehow, saya jadi merasa tersentil karena kalimat ini
ya, saya banyak sibuk untuk bermanfaat di organisasi yang saya ikuti supaya bisa memberikan manfaat buat orang lain, tapi, apa artinya kalau saya sendiri sibuk 'menerangi' orang lain tanpa memikirkan diri saya sendiri? haaah saya jadi ingat kemarin pas abis rapat pkm, di mana saya udah pusing banget dan gak kuat buat tilawah sesuai target dan akhirnya saya tidur
kata teh mila, usahakan ibadah kita ini dijadikan agenda, di mana seperti halnya rapat, kita akan komit untuk gak melakukan apa-apa selain rapat, buatlah tilawah menjadi agenda kita, di mana kita gak seharusnya meninggalkan ini dan melakukan yang lain, saya tambahkan: secapek apa pun kamu :D
kedua, meminjam filosofi sepeda, tetaplah mengayuh sepeda itu, selelah apa pun kita, sebosan apa pun kita, karena ketika kita berhenti, roda itu akan berhenti sehingga kita akan kehilangan keseimbangan, dan akhirnya jatuh.
well, bergeraklah, nazmun, berlarilah dengan kecepatanmu sendiri, jika tidak mampu silahkan berjalan, namun jangan pernah berhenti!
teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
(KH. Rahmat Abdullah, dikutip dari buku kang danfer, menjemput takdir sejarah mahasiswa kedokteran)
semangat!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Written in the Stars
Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...
-
sore2 ditemani westlife dan segala deadline, acara, tujuan utama. deeadline ngerjain amplop bioscope, acara sampah sama scorp (ambigu) dan t...
-
Jakarta, 5 Januari 2019 Sebelum terlambat, saya mau buat appreciation post untuk 2018, beserta orang-orang, kejadian, dan tempat-tempat ...
-
Semester 7 sedikit lagi usai. Insya Allah, kalau rejekinya lancar -skripsi submit besok, sooca dan ujian lainnya 3 minggu ke depan- insya Al...
No comments:
Post a Comment