Tuesday, 12 March 2013

doa seorang hamba kepada Tuhannya

seorang hamba berdoa kepada Tuhannya, di suatu siang yang sepi, saat kebanyakan orang lain memiliki liburannya
orang ini membagi liburannya ke beberapa bagian: draft sooca, presentasi BHP, materi HGN, makan, beribadah, dan bermuhasabah

4/6-nya dunia? ya ironi memang orang ini

pertama draft sooca. biasa saja, orang ini, dengan kecepatannya yang seperti kura-kura, hanya dapat menuliskan anatomi dari organ reproduksi luar laki-laki, yak, baru luar, untuk lebih dari 3 jam
butuh banyak waktu memang untuknya memahami suatu bahasan
ya, tidak apa-apa, toh di dongeng kura-kura dan kelinci, si kura-kura bisa menang juga melawan kelinci, dengan kecepatannya sendiri

ah, itu cuma dongeng
dan lagi, kelinci di sini tidak bermalas-malasan seperti itu
butuh tenaga yang ekstra kuat, kalau tidak, kamu tetap terbelakang
tidak apa-apa, yang penting dirinya sedang berlayar menuju suatu tujuan, tujuannya yang paling awal: menjadi dokter yang sebenar-benarnya

kedua presentasi BHP. tentang ashley treatment
mau tau ini apa? jadi dari wikipedia: œ
The Ashley Treatment refers to a controversial set of medical procedures undergone by Ashley X. Ashley X was born in 1997 in Seattle, Washington. After the first month of life, she “began to display symptoms of hypotonia, feeding difficulties, choreoathetoid movements, and developmental delay”.


orang tua dari ashley ini meminta dokter melakukan serangkaian tindakan medis untuk membuat Ashley menjadi tidak tumbuh tinggi dan beratnya, tetap kecil. selain itu,œ orangtuanya juga meminta agar dilakukan hysterectomy, yaitu pengangkatan uterus, ovarium, vagina, agar Ashley tidak mengalami pubertas dan tidak dapat hamil. breast bud Ashley juga diangkat. untuk apa? orangtuanya beranggapan bahwa ini untuk kebaikan anak mereka, karena mereka tidak tahu apa yang terjadi mereka suatu hari nanti, saat mereka tidak dapat menjaga Ashley lagi, bisa-bisa Ashley ini menjadi sasaran pelecehan seksual atau kejahatan lain

di sisi lain, autonomy adalah hak setiap manusia, untuk menentukan tindakan medis yang ia ingin ambil
bagaimana dgn Ashley yang tidak competence?
entahlah, orang ini juga belum tahu dia ada di pihak pro atau kontra

ketiga materi HGN. hari ini, orang ini belum juga melanjutkan pekerjaannya yang satu ini. padahal sudah tahu hari rabu besok ketemu dokter untuk diskusi
entahlah. sedikit terpikir untuk meminta bantuan panitia lain untuk membantu membuat presentasi, namun orang ini juga sedang bingung, apa yang harus dia minta bantuan dan kepada siapa dia harus meminta bantuan

keempat makan. karena stress, orang ini cukup banyak makan hari ini

kelima beribadah. ah ibadahnya biasa saja, sama seperti orang lain yang melakoni kewajiban dan menunaikan sedikit sunnah

keenam bermuhasabah. di titik inilah biasanya orang tersebut merenung. melalui tulisan yang mungkin hanya ia yang bisa mengerti. curhat kepada Tuhannya, yang (menurut kepercayaannya) Maha Mendengar

entah mengapa orang ini sangat suka menulis di situ. tidak, tidak untuk mengeluh, hanya bercerita, dan entah pula bagaimana caranya sehingga ketika tulisan itu selesai ia buat, semangat baru datang dan menggerakkan dirinya lagi. masih ada stasiun yang harus didatangi

di muhasabah kali ini, orang ini menyadari sesuatu, bahwasanya ia harus perlahan belajar membagi waktunya dan memaksimalkan pembagian waktu tersebut. bukan hanya untuk disentuh, tapi diselesaikan

saat ini orang itu memandang draft soocanya yang masih satu persen, tugas BHP nya yang baru introduction, materi HGNnya yang belum rampung, ibadahnya yang masih jauh dari kata baik, dan muhasabahnya yang -kadang- hanya sampai di situ
tidak ada follow up

ah, padahal hidup hanya sementara
untuk apa terlalu dipusingkan?
kelak, ada tempat yang 'selamanya'
bagaimana gambaran tempat itu, hanya kamu yang bisa menentukan
orang ini pun berdoa:

ya Rabb, jadikanlah usaha saya -yang terlihat dunia ini- menjadi untuk akhirat juga
jadikanlah tempat kembali saya sebaik-baiknya tempat kembali
jadikanlah waktunya sebaik-baik waktu
dan jalannya sebaik-baik jalan

ya Tuhanku, bantulah hamba-Mu ini untuk tetap berlayar, meski ombaknya besar
meski mesinnya payah
meski bahan bakarnya tidak berlimpah
meski persediaan makanannya hanya sebatas kata cukup

ya Allah, 
jadikanlah diri ini selalu memperbaiki diri, memperbaiki amal
sesungguhnya Engkau, ya hanya Engkau yang dekat dengan hamba-mu yang hina ini tanpa diminta
sesungguhnya Engkau akan membuat hamba bergerak, entah sebesar apa halangan di depan sana

tolong bantu ya Rabb...

orang itu pun berlalu, kembali ke kendaraannnya -perahu yang akan menjadi kapal besar-

"berlayar terus berlayar, jangan tunggu keajaiban datang" -iwan setiawan, 9 summers 10 autumns

No comments:

Post a Comment

Written in the Stars

Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...