hai, maaf sudah lama sekali gak ngepost apa2, udah bersarang laba2 kali ya saking lamanya. haha saya juga sedih sendiri kalo inget betapa gak produktifnya saya di tahun kedua ini, padahal saya ngerasanya menulis adalah suatu kebutuhan, bukan kewajiban. kalo udah butuh, gak nulis itu jadi kehilangan sesuatu sih, harusnya haha maaf ya blog.
well, saya lagi ujian hehe, ujian di fk itu emang sangat sesuatu sampe menghabiskan waktu 3 minggu. tapi jangan salah, selama sooca udah lewat mah kehidupan kita jadi lebih gabut. astagfirullah, sooca emang udah kayak apaan aja ya haha. semester ini soocanya di minggu pertama, jadilah otak udah kayak di switch off, susah belajar abis sooca tuh.
yak, sekilas mengenai kehidupan saya akhir2 ini.
saya baru aja balik dari jakarta karena jadwal lab crp dibatalkan, jadilah saya libur 3 hari di minggu ujian ini. bersyukur. rumah adalah comfort zone yang bener2 comfort zone, tempat di mana saya gak butuh sosial media buat menceritakan semuanya. ga perlu melihat ke kehidupan orang karena rumah yg saya punya sudah sebegitu nyamannya. dan saya kembali hari ini (besok padahal masih libur) karena ada satu hal. PKM.
PKM itu, seperti keluarga. bukan, bukan keluarga unyu di mana saya bisa selalu nyaman. justru di pkm lah saya kadang menemukan sisi lain dari keluarga itu sendiri. saling melengkapi.
saya beruntung sekali ada di keluarga ini. ada kang danfer, dokter luar biasa yang masih sempet ngurusin anak bocah yg bermimpi tinggi, bahkan mau mikir bareng dan membiarkan waktu istirahatnya berkurang karena bantuin kita. gak pernah menganaktirikan kita dengan volDnya yang lebih keren kemana2. saya salut.
kakak 2010 yang masih2nya mau nanyain tentang proker kita, bahkan mereka tanpa sungkan nanya kapan diajak ketemuan. gak ada yg namanya senior atau pun junior, mereka tetep peduli. mereka tetep kasih saran dan masukan di sela2 ngurus skripsi dan ujiannya yg padat. makasih kang, teh :)
kakak 2011, keliatannya agak cuek padahal mereka pun unyu, kitanya aja sih yg suka gak ngajak haha pis teh, kang ^^
sebagai kakak di atas persis, mereka bener2 baik banget sama kita, apalagi teh lele haha apa pun yg kita lakuin, di samping sifatnya yg emang cuek, tp teh lele ada di kala suka duka, sabar banget nemenin. makasih teh ;)
dan terakhir, pkm 2012. udah gaada lagi yg bisa menggambarkan sayangnya saya sama mereka (oke, lebay tapi seriusan). saya nggak pernah unyu2an, kyk yg saya bilang, mereka saya anggap keluarga karena nyatanya pengabdian yg kami lakukan di pkm memang ada karena kelengkapan kami. ya, itu.
jika ada yg menanyakan apakah saya merasa terbebani -akhirnya- menjadi kasie, saya jawab: tidak. saya sayang pkm dan saya mau menjaga mimpi kami bersama2. itu.
maaf ya ngomongnya aneh haha ini akibat udah lama gak nulis, susah emang nyampein apa yg mau diomongin ke dalam tulisan, kapan2 cerita lagi ya tentang pkm dan orang2 super di dalamnya. selamat uas atau libur ^_^
Wednesday, 15 January 2014
Tuesday, 3 December 2013
Lecture hari ini
hai! setelah sekian lama vakum dengan tulis menulis blog, saya kembali membawa cerita seru dari lecture hari ini. Dimulai ketika saya kesiangan karena tidur lagi sehabis subuh, jadilah saya pontang-panting sendiri. Terus gataunya dokternya belum dateng.
Jujur, saya seneng hari selasa, soalnya bisa ketemu dokter dengan berbagai sifat. Mulai dari yang ngomong sama slide, yang nyerocos tanpa kita ngerti lagi ngomong apa, sampe seperti hari ini, dokter farmako kami yang begitu sabarnya ngejelasin, sampai semuanya mengerti. Iya, semuanya. Sepertinya dokter ini begitu angel-nya sampe gamau ada muka bingung di antara kami. Beliau sepertinya benar2 maunya kami gausah belajar lagi juga inget pas ulangan, baik sekali bukan :') terharu.
Terus kuliah PHOP, di mana dokternya juga sangat luar biasa berusaha agar kami bisa mengerti isi lecture beliau dengan menghubungkannya ke kehidupan nyata. How to set up a program. Kalau kita mikir program itu kayak yg dibuat pemerintah, atau yg paling sederhana (tapi tetep ribet) yaitu program kemahasiswaan, dokter ini begitu kerasnya berusaha untuk mencari yang lebih sederhana lagi, yaitu kehidupan mahasiswa FK, dalam hal ini H-sebulan UAS -_-
Saya terkesima aja, bahwa kita sebenernya (kita sadari atau tidak) sudah menetapkan tujuan2 hidup, yang -kembali, disadari atau tidak- kita mulai berusaha untuk cari cara mencapainya. Namun kadang, ada yang merubahnya menjadi kenyataan, namun ada yang stuck hanya sampai pada angan-angan. Saya selalu tertarik sama cara dokter ini menjelaskan, mengena. Beliau disiplin sekali, beliau bahkan sudah datang sebelum jamnya dimulai. Dan beliau yang selalu mengingatkan kami bahwa untuk merubah perilaku, tidak bisa instan, harus dari sekarang. Kalau mau disiplin, misalnya, tidak bisa nanti2 saja pas sudah jd dokter, harus dimulai dari sekarang.
Dan beliau begitu mengaitkan lecture public health ini dengan bagaimana kami membuat suatu program yang bermanfaat untuk kami. Menurut saya sih beliau keren banget. Dan saya tertarik sama -bahkan- semua slidenya dari awal sampai akhir. Mungkin untuk diimplementasikan di setiap sela kehidupan. Sangat mungkin kalau kita mau.
Well, ada satu hal juga yang menjadi perhatian saya, semacam quotes of the day, bahwa profesi dokter adalah profesi yang tidak pernah menjanjikan hasil, hanya bisa menjanjikan proses. Maka dari itu, seringnya dokter bilang,"Kami akan usahakan yang terbaik, Pak, Bu" seperti di sinetron2. Ya, singkatnya sih hasilnya benar2 ditanggung Yang Maha Kuasa. Benar kan?
Dan puncak dari cerita saya kali ini adalah ketika lecture BHP, bioetik. Yang membawakan sebenarnya adalah teman seangkatan saya sendiri, namun disupervisi oleh seorang dokter, kepala departemen anestesi yang juga bekerja sehari-hari di ICU. Beliau juga begitu luar biasa buat saya.
Saya jadi sadar sekali bahwa pelajaran ini harus kami kuasai betul, di tengah prasangka banyak pihak kepada dokter-dokter Indonesia, mulai dari yang matre lah, malpraktik lah, dan bahkan yang baru-baru ini terjadi, 'ingin kebal hukum'.
Dokter kami menegaskan bahwa praktik kedokteran sebenarnya sudah punya Undang-undang sendiri mengenai praktik kedokteran. Itulah landasan hukum praktik kedokteran, bukan KUHP. Saya sendiri (saat ini) sedang mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini. Namun, beliau pun mengatakan bahwa ketika seorang dokter melakukan praktik aborsi secara illegal, tidak akan seluruh dokter turun seperti pada aksi solidaritas kemarin, dokter juga tidak akan 'lari dari hukum' karena tindakan tersebut jelas2 tidak sesuai prosedur. Saya sangat awam terhadap hukum, jadi tolong koreksi ketika saya salah (atau mungkin salah dengar). Namun, menurut saya sangat masuk akal.
Aksi solidaritas dokter kemarin bukan hanya sekedar bentuk solidaritas dokter, namun menyangkut nasib dokter dan pelayanan kesehatan di negeri ini. Saya benar2 gak kepikir bahwa ketika praktik kedokteran telah dicampuri hukum, yang terjadi mungkin saja permintaan standar praktik yang lebih tinggi, mulai dari fasilitas kesehatan, yang mungkin belum dapat diakomodasi pemerintah. Dokter akan menjadi lebih berhati-hati, atau kasarnya takut melakukan suatu tindakan, apalagi tindakan emergency. Padahal, keleluasaan melakukan tindakan, selama sesuai prosedur yang telah dipelajari, akan membuat dokter bisa membantu menyelamatkan beberapa nyawa. Hanya membantu, sekali lagi, Tuhan lah yang membuat seseorang tetap hidup.
Jadi, aksi dokter kemarin, disadari atau tidak, merupakan niat baik untuk kembali mengingatkan semua pihak akan jalan yang lurus, sesuai. (dan saya pikir, menyangkut nasib saya di masa depan)
Untuk kasus dr. Ayu yang ramai diperbincangkan, dokter kami hanya bilang bahwa jika profesor terhebat di seluruh dunia menangani kasus yang didapat dr. Ayu pun, hasilnya akan sama. Karena memang penyebab kematian pasien tsb adalah hal yang unpredictable, unpreventable. Tidak seperti pendarahan yang memang ada cara mencegahnya, pada kasus ini memang sulit diprediksi. Sederhananya, masyarakat harus mengerti apa yang disebut malpraktik itu. Jika alergi obat yang tidak diketahui pasien (apalagi dokter, karena dokter bukan cenayang) terjadi, apakah disebut malpraktik, padahal hal ini bisa terjadi kapan saja. Jika begitu, apakah kiranya dokter masih berani meresepkan obat? Masyarakat, termasuk media, dan instansi manapun, profesi mana pun, mestinya bisa membedakan, efek samping, komplikasi, dan malpraktik itu sendiri. Tidak serta-merta semua disebut malpraktik.
Ya. Mungkin ini juga salah kami sebagai medical society yang kurang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hal-hal yang di luar jangkauan pengetahuan mereka, namun sekiranya bisa kan mengundang yang mengerti untuk menjelaskan hal ini, wahai media massa, televisi, radio, infotainment? Bukan hanya sekedar menginginkan rating yang tinggi dengan menghadirkan orang yang senang memaki saja? Bisa kan?
Hal ini lah yang menggerakkan hati saya, entah mengapa bukan ingin menghujat mereka yang membenci profesi ini, namun justru ingin memperbaikinya. Saya ingin tetap menjadi dokter, mengabdikan apa yang saya bisa abdikan, dan meluruskan citra dokter, bukan, bukan ingin dihormati dan apalagi kebal hukum, hanya ingin dianggap dan dipenuhi hak2nya sebagai manusia biasa. Ya, itu.
Dan lagi pada lecture kali ini yang berbentuk seminar, ada 2 topik yang begitu etik. Yang paling menarik bagi saya adalah basic life technology, alat bantu seperti ventilator, oksigen, dll. Pasti mahal kan? Saya akhirnya penasaran untuk bertanya bagaimana RSHS menangani pasien yang tidak mampu (terutama ketika emergency) yang membutuhkan basic life technology ini. Jawabannya begitu membanggakan buat saya. Sebenernya saya gatau ini boleh dipaparkan di sini atau tidak, namun intinya adalah, begitu luhurnya profesi ini, karena begitu menghargai kehidupan. Pasien yang datang, siapa pun, dari kalangan mana pun akan ditangani sesuai prosedur dan urusan biaya, seperti urusan belakangan. Bahkan disebutkan bahwa RSHS seperti memiliki piutang untuk pasien2 ini. Dan tugas dokter di sana begitu luhurnya dengan berusaha sekuat tenaga memilihkan treatment yang sesuai, dan bahkan ada usaha pribadi mereka untuk membantu pasien2 yang kurang mampu. Itu yang seharusnya media liput juga. Namun, dengan begitu singkatnya dokter kami berkata, "Untuk apa? Toh, kami punya pekerjaan yang banyak, tidak sempat mengurus begituan."
Jadi, intinya di sini, lecture hari ini adalah asupan saya untuk tetap menghargai profesi saya nantinya. Lecture hari ini semakin membuka mata saya bahwa saya bisa menjadi dokter sebenar-benarnya, se-ideal-idealnya, karena masih terlalu banyak dokter yang mulia, banyak hingga jika dikumpulkan, oknum2 yang begitu seringnya diliput media pun bisa kalah banyaknya. Hanya setitik mungkin (namun sayangnya seperti digeneralisasi). Ya, tulisan saya ini hanya tulisan anak fk tingkat 2 yang tidak tau banyak, hanya mengeluarkan apa yang tetap saya pegang, kebanggaan saya akan profesi ini, profesi saya nantinya, yang begitu luhurnya sehingga tidak dapat diterima sekiranya dibandingkan -atau bahkan dipandang lebih rendah- dengan profesi yang mengurus benda mati. Sekian.
nb: mohon maaf apabila ada kesalahan atau ada kata2 yang menyinggung, saya terbuka menerima pendapat, atau pun kritik. Tetap semangat dokter2 Indonesia!!
Jujur, saya seneng hari selasa, soalnya bisa ketemu dokter dengan berbagai sifat. Mulai dari yang ngomong sama slide, yang nyerocos tanpa kita ngerti lagi ngomong apa, sampe seperti hari ini, dokter farmako kami yang begitu sabarnya ngejelasin, sampai semuanya mengerti. Iya, semuanya. Sepertinya dokter ini begitu angel-nya sampe gamau ada muka bingung di antara kami. Beliau sepertinya benar2 maunya kami gausah belajar lagi juga inget pas ulangan, baik sekali bukan :') terharu.
Terus kuliah PHOP, di mana dokternya juga sangat luar biasa berusaha agar kami bisa mengerti isi lecture beliau dengan menghubungkannya ke kehidupan nyata. How to set up a program. Kalau kita mikir program itu kayak yg dibuat pemerintah, atau yg paling sederhana (tapi tetep ribet) yaitu program kemahasiswaan, dokter ini begitu kerasnya berusaha untuk mencari yang lebih sederhana lagi, yaitu kehidupan mahasiswa FK, dalam hal ini H-sebulan UAS -_-
Saya terkesima aja, bahwa kita sebenernya (kita sadari atau tidak) sudah menetapkan tujuan2 hidup, yang -kembali, disadari atau tidak- kita mulai berusaha untuk cari cara mencapainya. Namun kadang, ada yang merubahnya menjadi kenyataan, namun ada yang stuck hanya sampai pada angan-angan. Saya selalu tertarik sama cara dokter ini menjelaskan, mengena. Beliau disiplin sekali, beliau bahkan sudah datang sebelum jamnya dimulai. Dan beliau yang selalu mengingatkan kami bahwa untuk merubah perilaku, tidak bisa instan, harus dari sekarang. Kalau mau disiplin, misalnya, tidak bisa nanti2 saja pas sudah jd dokter, harus dimulai dari sekarang.
Dan beliau begitu mengaitkan lecture public health ini dengan bagaimana kami membuat suatu program yang bermanfaat untuk kami. Menurut saya sih beliau keren banget. Dan saya tertarik sama -bahkan- semua slidenya dari awal sampai akhir. Mungkin untuk diimplementasikan di setiap sela kehidupan. Sangat mungkin kalau kita mau.
Well, ada satu hal juga yang menjadi perhatian saya, semacam quotes of the day, bahwa profesi dokter adalah profesi yang tidak pernah menjanjikan hasil, hanya bisa menjanjikan proses. Maka dari itu, seringnya dokter bilang,"Kami akan usahakan yang terbaik, Pak, Bu" seperti di sinetron2. Ya, singkatnya sih hasilnya benar2 ditanggung Yang Maha Kuasa. Benar kan?
Dan puncak dari cerita saya kali ini adalah ketika lecture BHP, bioetik. Yang membawakan sebenarnya adalah teman seangkatan saya sendiri, namun disupervisi oleh seorang dokter, kepala departemen anestesi yang juga bekerja sehari-hari di ICU. Beliau juga begitu luar biasa buat saya.
Saya jadi sadar sekali bahwa pelajaran ini harus kami kuasai betul, di tengah prasangka banyak pihak kepada dokter-dokter Indonesia, mulai dari yang matre lah, malpraktik lah, dan bahkan yang baru-baru ini terjadi, 'ingin kebal hukum'.
Dokter kami menegaskan bahwa praktik kedokteran sebenarnya sudah punya Undang-undang sendiri mengenai praktik kedokteran. Itulah landasan hukum praktik kedokteran, bukan KUHP. Saya sendiri (saat ini) sedang mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini. Namun, beliau pun mengatakan bahwa ketika seorang dokter melakukan praktik aborsi secara illegal, tidak akan seluruh dokter turun seperti pada aksi solidaritas kemarin, dokter juga tidak akan 'lari dari hukum' karena tindakan tersebut jelas2 tidak sesuai prosedur. Saya sangat awam terhadap hukum, jadi tolong koreksi ketika saya salah (atau mungkin salah dengar). Namun, menurut saya sangat masuk akal.
Aksi solidaritas dokter kemarin bukan hanya sekedar bentuk solidaritas dokter, namun menyangkut nasib dokter dan pelayanan kesehatan di negeri ini. Saya benar2 gak kepikir bahwa ketika praktik kedokteran telah dicampuri hukum, yang terjadi mungkin saja permintaan standar praktik yang lebih tinggi, mulai dari fasilitas kesehatan, yang mungkin belum dapat diakomodasi pemerintah. Dokter akan menjadi lebih berhati-hati, atau kasarnya takut melakukan suatu tindakan, apalagi tindakan emergency. Padahal, keleluasaan melakukan tindakan, selama sesuai prosedur yang telah dipelajari, akan membuat dokter bisa membantu menyelamatkan beberapa nyawa. Hanya membantu, sekali lagi, Tuhan lah yang membuat seseorang tetap hidup.
Jadi, aksi dokter kemarin, disadari atau tidak, merupakan niat baik untuk kembali mengingatkan semua pihak akan jalan yang lurus, sesuai. (dan saya pikir, menyangkut nasib saya di masa depan)
Untuk kasus dr. Ayu yang ramai diperbincangkan, dokter kami hanya bilang bahwa jika profesor terhebat di seluruh dunia menangani kasus yang didapat dr. Ayu pun, hasilnya akan sama. Karena memang penyebab kematian pasien tsb adalah hal yang unpredictable, unpreventable. Tidak seperti pendarahan yang memang ada cara mencegahnya, pada kasus ini memang sulit diprediksi. Sederhananya, masyarakat harus mengerti apa yang disebut malpraktik itu. Jika alergi obat yang tidak diketahui pasien (apalagi dokter, karena dokter bukan cenayang) terjadi, apakah disebut malpraktik, padahal hal ini bisa terjadi kapan saja. Jika begitu, apakah kiranya dokter masih berani meresepkan obat? Masyarakat, termasuk media, dan instansi manapun, profesi mana pun, mestinya bisa membedakan, efek samping, komplikasi, dan malpraktik itu sendiri. Tidak serta-merta semua disebut malpraktik.
Ya. Mungkin ini juga salah kami sebagai medical society yang kurang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hal-hal yang di luar jangkauan pengetahuan mereka, namun sekiranya bisa kan mengundang yang mengerti untuk menjelaskan hal ini, wahai media massa, televisi, radio, infotainment? Bukan hanya sekedar menginginkan rating yang tinggi dengan menghadirkan orang yang senang memaki saja? Bisa kan?
Hal ini lah yang menggerakkan hati saya, entah mengapa bukan ingin menghujat mereka yang membenci profesi ini, namun justru ingin memperbaikinya. Saya ingin tetap menjadi dokter, mengabdikan apa yang saya bisa abdikan, dan meluruskan citra dokter, bukan, bukan ingin dihormati dan apalagi kebal hukum, hanya ingin dianggap dan dipenuhi hak2nya sebagai manusia biasa. Ya, itu.
Dan lagi pada lecture kali ini yang berbentuk seminar, ada 2 topik yang begitu etik. Yang paling menarik bagi saya adalah basic life technology, alat bantu seperti ventilator, oksigen, dll. Pasti mahal kan? Saya akhirnya penasaran untuk bertanya bagaimana RSHS menangani pasien yang tidak mampu (terutama ketika emergency) yang membutuhkan basic life technology ini. Jawabannya begitu membanggakan buat saya. Sebenernya saya gatau ini boleh dipaparkan di sini atau tidak, namun intinya adalah, begitu luhurnya profesi ini, karena begitu menghargai kehidupan. Pasien yang datang, siapa pun, dari kalangan mana pun akan ditangani sesuai prosedur dan urusan biaya, seperti urusan belakangan. Bahkan disebutkan bahwa RSHS seperti memiliki piutang untuk pasien2 ini. Dan tugas dokter di sana begitu luhurnya dengan berusaha sekuat tenaga memilihkan treatment yang sesuai, dan bahkan ada usaha pribadi mereka untuk membantu pasien2 yang kurang mampu. Itu yang seharusnya media liput juga. Namun, dengan begitu singkatnya dokter kami berkata, "Untuk apa? Toh, kami punya pekerjaan yang banyak, tidak sempat mengurus begituan."
Jadi, intinya di sini, lecture hari ini adalah asupan saya untuk tetap menghargai profesi saya nantinya. Lecture hari ini semakin membuka mata saya bahwa saya bisa menjadi dokter sebenar-benarnya, se-ideal-idealnya, karena masih terlalu banyak dokter yang mulia, banyak hingga jika dikumpulkan, oknum2 yang begitu seringnya diliput media pun bisa kalah banyaknya. Hanya setitik mungkin (namun sayangnya seperti digeneralisasi). Ya, tulisan saya ini hanya tulisan anak fk tingkat 2 yang tidak tau banyak, hanya mengeluarkan apa yang tetap saya pegang, kebanggaan saya akan profesi ini, profesi saya nantinya, yang begitu luhurnya sehingga tidak dapat diterima sekiranya dibandingkan -atau bahkan dipandang lebih rendah- dengan profesi yang mengurus benda mati. Sekian.
nb: mohon maaf apabila ada kesalahan atau ada kata2 yang menyinggung, saya terbuka menerima pendapat, atau pun kritik. Tetap semangat dokter2 Indonesia!!
Tuesday, 12 November 2013
ayah♥♥
hari ini hari ayah-kah?
jika ya, semakin saya -gatau harus ngomong apa lagi-
barusan saya telepon mama, sudah menjadi rutinitas yang tidak pernah membosankan buat saya. sekedar mendengar "sudah makan" "hari ini capek" "cucian mama banyak" di ujung telepon sana buat saya sudah lebih dari cukup untuk me-recharge lagi semangat saya. dan jika mama susah ditelepon biasanya jadi terakumulasi besoknya. saya juga gatau kenapa bisa gini. saya baru menemukan rutinitas yang ga pernah bikin bosen ini.
dan mungkin malam ini, di tengah dinginnya jatinangor (eaaa kenapa galau bet) saya jadi makin ngerasa dingin.
barusan ayah cerita, kalo sekarang makannya udah pantang. ga makan daging2an, cuma makan tahu tempe dan sayur2an, jadi olahraga sedikit2, dan udah lumayan seger. ya, ayah saya sebulan yang lalu bedrest, awalnya karena tekanan darah tinggi, waktu itu sampai 180/100. ayah sampe dyspneu dan dikasi oksigen serta obat subllingual waktu itu sama dokternya. ini bener2 bikin saya cuma bisa bengong aja. saya bisa apa?
bahkan mengedukasi ayah sendiri saja saya masih kesulitan, masih bingung memilih bahasanya. harus bagaimana? ayah orang yang sangat saya hormati. beliau agak sulit menerima suatu masukan, ya memang sudah sifatnya begitu. tapi ayah juga orang yang saya cintai, melebihi semua pasien yang saya edukasi di car free day saat tenda tensi, saat bp tma, bahkan melebihi laki-laki mana pun di dunia ini, tapi kenapa... ironi sekali.
dan ayah barusan bikin saya bener2 tenang.
dan yang paling bikin saya terharu adalah, kata2 ini:
"ayah mau sehat aja, gamau sakit, kemarin sebulan di rumah udah cukup, capek, gaada hiburan, gabisa sholat ke masjid, harus minum obat banyak, udah ayah gamau lagi. kata dokter kalo ayah mau panjang umur ayah harus pantang, ga makan2 daging2 lagi. ayah cuma mau panjang umur ai, bisa liat ai berumah tangga, bisa liat ai jadi dokter hebat, kan kalo ai bisa jadi dokter bukan cuma cari uang aja, tapi juga ibadah, jihad. nanti kalo ketemu orang yang gapunya, biarin aja, kita bantuin. iya ayah cuma mau liat ai jadi dokter hebat. jadi ayah harus panjang umur. kita berjuang sama2 ya, berdoa, ai juga doakan ayah. ai di sana juga lagi berjuang, sendirian, ayah selalu doain ai."
saya menangis saat itu juga (dan saat ini sambil menulis ini).
ayah udah tau apa yang harus dilakukannya. dan membuat saya mikir, saya seharusnya tau juga apa yang harus saya lakukan.
ayah melakukannya untuk saya, ya untuk putri kecilnya yang kini sedang kebingungan belajar saraf. yang sedang mendapat kasus stroke -akibat darah tinggi- di ruang tutorialnya. berdiskusi upaya preventif dan promotif untuk mencegah faktor resikonya, termasuk darah tinggi, dan cuma bisa memikirkan bagaimana agar ayahnya juga bisa ia edukasi, namun tak juga ia lakukan. putri kecilnya yang masih saja suka mengeluh dalam menganalisis kasus ini, berteriak sana sini kalau ia belum belajar, tapi usahanya begitu kecil. putri kecilnya yang masih punya keinginan yang sama: membahagiakan orangtuanya.
saya menjadi punya semangat yang kian terbarukan. semangat untuk jadi kebanggaan ayah. ayah mau berusaha untuk saya, kenapa saya engga?
ayah, kalau ayah baca tulisan ai ini, semoga ayah tau betapa ai sayaaaang sekali sama ayah, ai minta maaf karena usaha ai di sini belum maksimal, ai minta maaf karena ai masih banyak memikirkan hal2 yang bukan tujuan utama ai. ai minta maaf gabisa nemenin ayah pas ayah lagi sakit. ai minta maaf karena ai belum bisa menjadi kebanggaan ayah, tapi seperti yang ayah bilang, kita akan berjuang bersama. terima kasih ayah sayang :')
ai sayang ayah♥
jika ya, semakin saya -gatau harus ngomong apa lagi-
barusan saya telepon mama, sudah menjadi rutinitas yang tidak pernah membosankan buat saya. sekedar mendengar "sudah makan" "hari ini capek" "cucian mama banyak" di ujung telepon sana buat saya sudah lebih dari cukup untuk me-recharge lagi semangat saya. dan jika mama susah ditelepon biasanya jadi terakumulasi besoknya. saya juga gatau kenapa bisa gini. saya baru menemukan rutinitas yang ga pernah bikin bosen ini.
dan mungkin malam ini, di tengah dinginnya jatinangor (eaaa kenapa galau bet) saya jadi makin ngerasa dingin.
barusan ayah cerita, kalo sekarang makannya udah pantang. ga makan daging2an, cuma makan tahu tempe dan sayur2an, jadi olahraga sedikit2, dan udah lumayan seger. ya, ayah saya sebulan yang lalu bedrest, awalnya karena tekanan darah tinggi, waktu itu sampai 180/100. ayah sampe dyspneu dan dikasi oksigen serta obat subllingual waktu itu sama dokternya. ini bener2 bikin saya cuma bisa bengong aja. saya bisa apa?
bahkan mengedukasi ayah sendiri saja saya masih kesulitan, masih bingung memilih bahasanya. harus bagaimana? ayah orang yang sangat saya hormati. beliau agak sulit menerima suatu masukan, ya memang sudah sifatnya begitu. tapi ayah juga orang yang saya cintai, melebihi semua pasien yang saya edukasi di car free day saat tenda tensi, saat bp tma, bahkan melebihi laki-laki mana pun di dunia ini, tapi kenapa... ironi sekali.
dan ayah barusan bikin saya bener2 tenang.
dan yang paling bikin saya terharu adalah, kata2 ini:
"ayah mau sehat aja, gamau sakit, kemarin sebulan di rumah udah cukup, capek, gaada hiburan, gabisa sholat ke masjid, harus minum obat banyak, udah ayah gamau lagi. kata dokter kalo ayah mau panjang umur ayah harus pantang, ga makan2 daging2 lagi. ayah cuma mau panjang umur ai, bisa liat ai berumah tangga, bisa liat ai jadi dokter hebat, kan kalo ai bisa jadi dokter bukan cuma cari uang aja, tapi juga ibadah, jihad. nanti kalo ketemu orang yang gapunya, biarin aja, kita bantuin. iya ayah cuma mau liat ai jadi dokter hebat. jadi ayah harus panjang umur. kita berjuang sama2 ya, berdoa, ai juga doakan ayah. ai di sana juga lagi berjuang, sendirian, ayah selalu doain ai."
saya menangis saat itu juga (dan saat ini sambil menulis ini).
ayah udah tau apa yang harus dilakukannya. dan membuat saya mikir, saya seharusnya tau juga apa yang harus saya lakukan.
ayah melakukannya untuk saya, ya untuk putri kecilnya yang kini sedang kebingungan belajar saraf. yang sedang mendapat kasus stroke -akibat darah tinggi- di ruang tutorialnya. berdiskusi upaya preventif dan promotif untuk mencegah faktor resikonya, termasuk darah tinggi, dan cuma bisa memikirkan bagaimana agar ayahnya juga bisa ia edukasi, namun tak juga ia lakukan. putri kecilnya yang masih saja suka mengeluh dalam menganalisis kasus ini, berteriak sana sini kalau ia belum belajar, tapi usahanya begitu kecil. putri kecilnya yang masih punya keinginan yang sama: membahagiakan orangtuanya.
saya menjadi punya semangat yang kian terbarukan. semangat untuk jadi kebanggaan ayah. ayah mau berusaha untuk saya, kenapa saya engga?
ayah, kalau ayah baca tulisan ai ini, semoga ayah tau betapa ai sayaaaang sekali sama ayah, ai minta maaf karena usaha ai di sini belum maksimal, ai minta maaf karena ai masih banyak memikirkan hal2 yang bukan tujuan utama ai. ai minta maaf gabisa nemenin ayah pas ayah lagi sakit. ai minta maaf karena ai belum bisa menjadi kebanggaan ayah, tapi seperti yang ayah bilang, kita akan berjuang bersama. terima kasih ayah sayang :')
ai sayang ayah♥
untuk seseorang
untuk seseorang yang namanya selalu ada dalam pikiran
dalam doa, agar kelak bisa bersama...
untuk seseorang dengan segala kemampuan mengendalikan emosinya
untuk seseorang dengan segala kesabarannya
untuk seseorang bersama semua kejutannya...
untuk seseorang yang sepertinya tidak perlu dilengkapi lagi karena sudah begitu lengkapnya :)
halo. sekarang di nangor lagi hujan, terus denger lagu maliq... jadi kangen.
terkadang memiliki memang tidak harus menggenggamnya erat2. kadang memiliki yang sesungguhnya adalah melepaskannya, ikhlas meskipun dengan pengharapan penuh akan kembali lagi. sehingga ketika kembali, kita dapat benar2 memilikinya, bukan, bukan karena kita yang memilih, tetapi itulah memang jalannya. sekarang hanya bisa berharap jalannya sesuai keinginan, karena kadang keinginan tidak sama dengan kebutuhan bukan? :')
dalam doa, agar kelak bisa bersama...
untuk seseorang dengan segala kemampuan mengendalikan emosinya
untuk seseorang dengan segala kesabarannya
untuk seseorang bersama semua kejutannya...
untuk seseorang yang sepertinya tidak perlu dilengkapi lagi karena sudah begitu lengkapnya :)
halo. sekarang di nangor lagi hujan, terus denger lagu maliq... jadi kangen.
terkadang memiliki memang tidak harus menggenggamnya erat2. kadang memiliki yang sesungguhnya adalah melepaskannya, ikhlas meskipun dengan pengharapan penuh akan kembali lagi. sehingga ketika kembali, kita dapat benar2 memilikinya, bukan, bukan karena kita yang memilih, tetapi itulah memang jalannya. sekarang hanya bisa berharap jalannya sesuai keinginan, karena kadang keinginan tidak sama dengan kebutuhan bukan? :')
Saturday, 9 November 2013
bioscope!
Haloo
Sekarang saya mau cerita ttg bioscope 2013, acara tahunan fk unpad, lomba buat anak2 sma gitu, lomba biologi. Well, mau cerita aja sih, awalnya saya ga gitu pengen jadi panitia ini, tapi pas tau anak2 mde pada ikutan, jadi tergiur juga. Jadilah ikut, dan Cuma milih jadi panitia soal.
Ya, bioscope inilah yang bikin saya jadi ga bisa menikmati liburan semesteran -yang dua bulan lamanya itu- dengan tenang. Sedih banget karena harus bikin soal. Merasa terbebani iya, saya jadi ngerasa salah ambil kesibukan gituuu, sedih deh, tapi Alhamdulillah selesai juga soalnya, tepat waktu. Dan setelah dipikir2 inilah yang bikin saya jadi inget2 rps lagi, reproductive system yang udah lewat di semester 2. Katanya pengen jadi obgyn mun? J
Well, saya udah selesai sih kerjanya pas masuk kuliah, setelah ngerodi bermalam2, diajak sama siapa pergi gabisa, alasannya gara2 belom ngerjain soal. Dibilang rajin sama sodara2 karena libur2 belajar, padahal bukan rajin sih, emang tanggung jawab T.T
Dan tadilah acaranya. Pagi2 jam 4 udah bangun dan siap2in semuanya. Saya ini rempong banget anaknya kalo mau ngapain. Bener2 harus disiapin semuanya, sampe hal2 kecil kayak charger dan cemilan. Trus ga lupa saya harus udah sarapan haha.
Ceritanya sampailah di kampus. Trus saya sesungguhnya agak bĂȘte gitu karena baru nyadar saya bakalan gabut. Padahal tau gitu saya ikutan project tma aja dulu, kenapa saya malah di sini (berkata berkali-kali dan nyesel seharian).
Apalagi pas lagi ngejagain anak2 lomba mading, udah deh itu, bosennya parah. Dan ga ngapa2in, literally.
Terus akhirnya saya udah ngestuck gaada kerjaan pas siang2 setelah ishoma, lembar jawaban udah diperiksa scanner dan saya udah gabut setengah mati sampe bisa belajar skills reflex (pake palu reflex beneran) bareng vindy, raissa dan puspa. Udah rusak -_-
Dan udah janjian sama vindy mau pulang abis hasilnya keluar. Sampe pada akhirnya niat itu ter-batalkan. Kiki nyamperin saya dan saya diminta jadi LO buat tour fk unpad, keliling fk dan memperkenalkan gedung2 di sana, gantiin arin yg kakinya terkilir.
Gws, rin, agak gapercaya juga sih, kejadiannya begitu cepat (asik). Arin yg lagi kesakitan pun ngejelasin tugas saya sebagai pengganti dia. Nemenin 5 grup, dari sma taruna bakti sama sma 3 bandung, sekitar 15 org berarti. Dan singkat cerita saya udah nemenin adek2nya. Saya ekspress banget sih ngejelasin semuanya , abis somehow saya takut keabisan waktu haha jadilah sekitar setengah jam sisa waktu, saya cerita2. Ternyata adek2nya banyak yang mau masuk fk unpad gitu loooh, yaiyalahya, mungkin itu motivasi utama ikut acara ini.
Akhirnya saya jelasin semuanya, mulai dari cara belajar, bale, kekonyolan anak fk yg berusaha dgn segala macam cara biar ga tidur, dan ujian :’)
Ga kerasa kawan, ujian makin dekat, sooca, osce menanti :’)
Dan pas ngejelasinnya saya bener2 excited dan seneng banget. Saya itu introvert sekali ya, tapi kalo buat ngebacot sambil (sok) memotivasi, saya seneng banget deh asli. Di sana mereka bener2 banyak nanya. Dan yang paling saya inget yang ini.
“ teh, emang bener teh, kalo jadi anak fk itu bakalan pulang malem dan belajar terus?”
saya mulai nyerocos mengenai hal ini. Dan kadang, omongan saya itu ngalir gitu aja loooh, sambil jadi bahan evaluasi, introspeksi diri.
Intinya, kalo udah kuliah (saya rasa sih bukan hanya di fk) semuanya, termasuk belajar atau engga, jadi pilihan kita. Gaada bab baku yang harus kalian baca, udah ga kayak sma yang ketika ujian datang, udah jelas kalian harus baca yg mana, itu pun dgn buku yg ditentukan dan materinya udah dijelaskan sama gurunya.
Tapi kalo di sini, semuanya udah bisa kita pilih. Belajar atau engga, pake buku yang mana, mau ngulang apa engga, sampe nentuin bab apa aja yg perlu kita baca. Yang penting bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkannya dan menanggung resikonya. weekend main2 gpp kok, gamau ngulang pelajaran gpp kok :) tp tau kan konsekeunsinya...
Itu.
Ya, sekarang saya tidur dari sore pun seharusnya udah bisa saya ketahui konsekuensinya ya di akhir nnti. Ga peduli saya udah ngerti apa belom, sooca, osce, mde akan datang bukan?
7 minggu lagi kata iqi, dan apa itu waktu yang lama? Bisa apa? Bisa kok aamin!
Thursday, 7 November 2013
westlife
sore2 ditemani westlife dan segala deadline, acara, tujuan utama. deeadline ngerjain amplop bioscope, acara sampah sama scorp (ambigu) dan tujuan utama: LI. rasanya saya mau waktu berhenti sebentaar saja, hmmm sehari deh.
boleh ga sih? keluar sebentar dari deadline, kyk kemarin. nntn thor sama dea, trus foto box haha dengan kealayan kita karna gatau gimana foto yg bener di foto box, trus ke tisera yg lagi diskon, terus makan bandeng talijiwo dan nntn chris hemsworth yg cacat bawa2 palu tapi tetep ganteng, sambil makan wiscar, fix acara yang weird tapi menyenangkan, dan ditutup sama makan richeese tapi ga berani nyoba spicy wing, dan balik ke geulis, pengen ikut parah. sehari sama dea rasanya udah kayak sejam (lebay tapi beneran) dan rasanya pengen ikut ke bandung. oiya dey,. tadi aku ke bandung dong, tapi express banget, dari jam set 11 sampe jam set 1 dan jam 1 aku ada lecture
sip.
tadi aku ke bandung bareng zidni, naik mobilnya bening. trus kita ke lsm namanya lptt (lembaga penerapan teknologi tepat) http://lpttbandung.blogspot.com/
mereka lsm yang fokusnya di kebersihan lingkungan, pengolahan sampah, sanitasi dsb.
itulah yang kami ingin lakukan di rw 12 cipacing, yang menurut ibu puskes lumayan antusias dalam hal pengolahan sampah
jadilah kami berencana menggerakan bank sampah dan daur ulang sampah yg organiknya
well, singkatnya kami ke bandung
untungnya kita ga nyasar2 banget
dan di sana kita disambut baik banget sama ibu2 bernama bu rena
kami diskusi banyak dan dapet banyaaaak :')
dan pulang dari sana saya ngerasa bahagia bangeeet
dan saya gatau apakah ini semacam passion yang dibilang orang, karena saya ga sama sekali capek atau pun males
saya seneng ketika ngurus sesuatu buat masyarakat dan memang kebutuhan mereka. ini mungkin pengabdian kepada masyarakat yang ada di deskripsi saya, di mana ketika kita melihat masalah mereka sebagai peluang untuk mengabdi, memberikan apa yang mereka butuhkan, bukan sekedar menunjukkan kita mau berbuat sesuatu doang. ini. iya ;')
selama ini mungkin masih kurang lurus apa yang saya kerjakan, masih bergantung kepada 'acara yg penting selesai'
dan di project ini, pkm lagi dibagi fokusnya, jadilah saya cuma sama karin dan nd aja untung teh lele masih mau bantuin, trus saya sama zidni udah kayak apa banget, jadi pj, acara, humas, publikasi (konsep) dan semuanya deh.... tapi kenapa saya seneng?
karena saya tahu ini worth it, ini jelas, dan insya Allah ini bermanfaat.
jika ini terwujud, inilah bank sampah pertama yang akan hadir di jatinangor
jika ini terwujud, mereka bukan hanya berkontribusi dalam hal mengurangi sampah di jatinangor, namun juga menguntungkan dari segi finansial untuk mereka
jika ini terwujud, rw mereka akan menjadi percontohan dan bukan tidak mungkin menginspirasi desa lain
jika ini terwujud, sepertinya saya sudah mulai menemukan definisi mengabdi, deskripsi pengabdian yang saya cari selama ini. motivasi utama masuk pkm, cimsa.
definisi yang memang tidak sebentar dan masih dalam proses untuk saya temukan dan deskripsikan. definisi yang akan menjadi surfaktan saya dalam menjaga idealisme saya.
ini belum apa2 sih emang, bahkan antusiasme mereka kayak gimana aja belum tau, tapi saya yakin niat baik akan selalu dibantu Allah, meskipun melalui jalan yang berliku-liku dulu :')
ya intinya itu. di tengah ke-hectican ini, saya sih cuma bisa berdoa semoga apa yang saya lakukan bisa menjadi ibadah yang bisa saya banggakan di depan-Mu, Ya Rabb ;)
semangat!!!
boleh ga sih? keluar sebentar dari deadline, kyk kemarin. nntn thor sama dea, trus foto box haha dengan kealayan kita karna gatau gimana foto yg bener di foto box, trus ke tisera yg lagi diskon, terus makan bandeng talijiwo dan nntn chris hemsworth yg cacat bawa2 palu tapi tetep ganteng, sambil makan wiscar, fix acara yang weird tapi menyenangkan, dan ditutup sama makan richeese tapi ga berani nyoba spicy wing, dan balik ke geulis, pengen ikut parah. sehari sama dea rasanya udah kayak sejam (lebay tapi beneran) dan rasanya pengen ikut ke bandung. oiya dey,. tadi aku ke bandung dong, tapi express banget, dari jam set 11 sampe jam set 1 dan jam 1 aku ada lecture
sip.
tadi aku ke bandung bareng zidni, naik mobilnya bening. trus kita ke lsm namanya lptt (lembaga penerapan teknologi tepat) http://lpttbandung.blogspot.com/
mereka lsm yang fokusnya di kebersihan lingkungan, pengolahan sampah, sanitasi dsb.
itulah yang kami ingin lakukan di rw 12 cipacing, yang menurut ibu puskes lumayan antusias dalam hal pengolahan sampah
jadilah kami berencana menggerakan bank sampah dan daur ulang sampah yg organiknya
well, singkatnya kami ke bandung
untungnya kita ga nyasar2 banget
dan di sana kita disambut baik banget sama ibu2 bernama bu rena
kami diskusi banyak dan dapet banyaaaak :')
dan pulang dari sana saya ngerasa bahagia bangeeet
dan saya gatau apakah ini semacam passion yang dibilang orang, karena saya ga sama sekali capek atau pun males
saya seneng ketika ngurus sesuatu buat masyarakat dan memang kebutuhan mereka. ini mungkin pengabdian kepada masyarakat yang ada di deskripsi saya, di mana ketika kita melihat masalah mereka sebagai peluang untuk mengabdi, memberikan apa yang mereka butuhkan, bukan sekedar menunjukkan kita mau berbuat sesuatu doang. ini. iya ;')
selama ini mungkin masih kurang lurus apa yang saya kerjakan, masih bergantung kepada 'acara yg penting selesai'
dan di project ini, pkm lagi dibagi fokusnya, jadilah saya cuma sama karin dan nd aja untung teh lele masih mau bantuin, trus saya sama zidni udah kayak apa banget, jadi pj, acara, humas, publikasi (konsep) dan semuanya deh.... tapi kenapa saya seneng?
karena saya tahu ini worth it, ini jelas, dan insya Allah ini bermanfaat.
jika ini terwujud, inilah bank sampah pertama yang akan hadir di jatinangor
jika ini terwujud, mereka bukan hanya berkontribusi dalam hal mengurangi sampah di jatinangor, namun juga menguntungkan dari segi finansial untuk mereka
jika ini terwujud, rw mereka akan menjadi percontohan dan bukan tidak mungkin menginspirasi desa lain
jika ini terwujud, sepertinya saya sudah mulai menemukan definisi mengabdi, deskripsi pengabdian yang saya cari selama ini. motivasi utama masuk pkm, cimsa.
definisi yang memang tidak sebentar dan masih dalam proses untuk saya temukan dan deskripsikan. definisi yang akan menjadi surfaktan saya dalam menjaga idealisme saya.
ini belum apa2 sih emang, bahkan antusiasme mereka kayak gimana aja belum tau, tapi saya yakin niat baik akan selalu dibantu Allah, meskipun melalui jalan yang berliku-liku dulu :')
ya intinya itu. di tengah ke-hectican ini, saya sih cuma bisa berdoa semoga apa yang saya lakukan bisa menjadi ibadah yang bisa saya banggakan di depan-Mu, Ya Rabb ;)
semangat!!!
Sunday, 15 September 2013
tentang menang dan belum menang
alhamdulillah bunga menang essay :)
keren banget, dan memang dia berhak atas kemenangannya
iri? ya pastilah, tapi irinya masih positif kok
ya. memang saya ini ga berbuat apa2 kalau dalam konteks itu
dan untuk temen saya yang ga kalah kece yang satunya lagi...
pernah denger dari seorang temen (maaf saya lupa siapa): anggap aja kita itu emang punya jatah kalah 100 kali, buat nantinya dapet menang 1000 kali. sekali kita mencoba dan itu kalah, berarti kita telah mengurangi jatah kalah kita, bergerak selangkah menuju kemenangan. tapi kalo ga ikut sama sekali? berarti kita sama aja menanti datangnya keajaiban, mungkin lebih ajaib lagi.
dan saat kita melangkahkan kaki ini, biarkan Allah yang membuat lompatan menuju kemenangan. dengan kebaikan-Nya, kita mungkin ga perlu menjalani si 99 kali kalah, atau hanya 5 kali saja, atau malah gak perlu menjalaninya sama sekali.
dan kemenangan saya memang belum sampai ke arah sana. menang dalam deskripsi setiap orang pasti berbeda2, dan saya belum mau mengubahnya. tapi tetap berharap suatu saat akan :)
ya. selamat bungaaa, seneng banget ngeliat bunga yang mukanya udah capek banget setiap saya liat, dan dia berhasil. keren :3
buat dedek bayi yang masih di surabaya, saya beneran gatau harus menghibur atau harus gimana, harus pura2 gaada apa2 juga ga bijak. saya cuma mau berterima kasih sbg jajaran warga fk unpad yang namanya sedang berusaha kamu naikkan, terima kasih untuk waktu dan usahanya dalam menempuh lomba ini dengan sebaik2nya. juga kakak2 delegasi lain yang niat baiknya insya Allah telah dinilai Allah swt.
terima kasih telah memberikan langkah kaki kalian. kalian keren banget deh :)
well, berbicara soal kalah lomba, saya juga pernah kalah haha. pas osn manado, di mana menurut saya, saya lolos ke sana aja udah merupakan keajaiban, dengan modal campbell jilid 1 doang, saya bisa naik pesawat :') saya bisa ketemu temen2 kece, yang mimpinya mereka secara tidak langsung menaikkan standar mimpi saya. dan mungkin lebih jauh lagi, mereka referensi saya untuk mau masuk fk. dan saya juga akhirnya menemukan temen luar biasa macam charles dan akbar. sungguh, harus gimana lagi saya buat bersyukur, saya juga gatau kalo inget2 itu.
perasaan saya waktu ada di antara delegasi jakarta yang menang (bahkan ada di antara medali emasnya billy, charles dan janice) adalah sakit. sesakit2nya semua badan. agak lebay ya, tapi beneran. saya berusaha setengah mati biar ga nangis, dan di depan mamanya tazkia dan meutia, juga bu naniek saya bilang "insya Allah walaupun saya ga dapet medali, saya bakal dapet fkui bu"
dan alhamdulillah saya dapet yang gak lebih buruk dari fkui kok :')
dan saya inget banget waktu itu charles tetep ngajak saya buat foto bareng dan nemenin saya di bus. saya seenggaknya bisa megang medali emas yang selama ini saya suka tulis di buku2 (di mana2) "go get gold"
dan saya bersyukur kok pernah melewati itu. Allah memang sebaik itu mau menghibur saya.
dan saat ini, saya gatau perasaan si dedek bayi gimana, intinya saya gamau sok tau. saya yakin sih dia lebih dewasa dari mukanya haha. dia pasti tau gimana harus bersikap, ga kayak saya dulu.
intinya, menang dalam definisi kamu itu pastinya punya jalan masing2, dan kewajiban kita adalah mengusahakan kemenangan itu dengan terus melangkah. melangkah dan mengurangi jatah kalah kita. dan yakinlah, kemenangan yang bener2 ada itu ya dari Allah.
semoga kemenenagan yan udah kita definisikan masing2 itu akan berubah ke arah yang lebih baik. jika tetap pada definisi itu, insya Allah tetap semakin baik. aamin :)
semangat!!
oiya, inget lagunya bruno mars (saya lagi kesenengan sama si galau yang satu ini)
count on me
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah
If you're tossin' and you're turnin'
And you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Every day I will remind you
Oooh
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go, never say goodbye
You know...
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh
You can count on me 'cause I can count on you
keren banget, dan memang dia berhak atas kemenangannya
iri? ya pastilah, tapi irinya masih positif kok
ya. memang saya ini ga berbuat apa2 kalau dalam konteks itu
dan untuk temen saya yang ga kalah kece yang satunya lagi...
pernah denger dari seorang temen (maaf saya lupa siapa): anggap aja kita itu emang punya jatah kalah 100 kali, buat nantinya dapet menang 1000 kali. sekali kita mencoba dan itu kalah, berarti kita telah mengurangi jatah kalah kita, bergerak selangkah menuju kemenangan. tapi kalo ga ikut sama sekali? berarti kita sama aja menanti datangnya keajaiban, mungkin lebih ajaib lagi.
dan saat kita melangkahkan kaki ini, biarkan Allah yang membuat lompatan menuju kemenangan. dengan kebaikan-Nya, kita mungkin ga perlu menjalani si 99 kali kalah, atau hanya 5 kali saja, atau malah gak perlu menjalaninya sama sekali.
dan kemenangan saya memang belum sampai ke arah sana. menang dalam deskripsi setiap orang pasti berbeda2, dan saya belum mau mengubahnya. tapi tetap berharap suatu saat akan :)
ya. selamat bungaaa, seneng banget ngeliat bunga yang mukanya udah capek banget setiap saya liat, dan dia berhasil. keren :3
buat dedek bayi yang masih di surabaya, saya beneran gatau harus menghibur atau harus gimana, harus pura2 gaada apa2 juga ga bijak. saya cuma mau berterima kasih sbg jajaran warga fk unpad yang namanya sedang berusaha kamu naikkan, terima kasih untuk waktu dan usahanya dalam menempuh lomba ini dengan sebaik2nya. juga kakak2 delegasi lain yang niat baiknya insya Allah telah dinilai Allah swt.
terima kasih telah memberikan langkah kaki kalian. kalian keren banget deh :)
well, berbicara soal kalah lomba, saya juga pernah kalah haha. pas osn manado, di mana menurut saya, saya lolos ke sana aja udah merupakan keajaiban, dengan modal campbell jilid 1 doang, saya bisa naik pesawat :') saya bisa ketemu temen2 kece, yang mimpinya mereka secara tidak langsung menaikkan standar mimpi saya. dan mungkin lebih jauh lagi, mereka referensi saya untuk mau masuk fk. dan saya juga akhirnya menemukan temen luar biasa macam charles dan akbar. sungguh, harus gimana lagi saya buat bersyukur, saya juga gatau kalo inget2 itu.
perasaan saya waktu ada di antara delegasi jakarta yang menang (bahkan ada di antara medali emasnya billy, charles dan janice) adalah sakit. sesakit2nya semua badan. agak lebay ya, tapi beneran. saya berusaha setengah mati biar ga nangis, dan di depan mamanya tazkia dan meutia, juga bu naniek saya bilang "insya Allah walaupun saya ga dapet medali, saya bakal dapet fkui bu"
dan alhamdulillah saya dapet yang gak lebih buruk dari fkui kok :')
dan saya inget banget waktu itu charles tetep ngajak saya buat foto bareng dan nemenin saya di bus. saya seenggaknya bisa megang medali emas yang selama ini saya suka tulis di buku2 (di mana2) "go get gold"
dan saya bersyukur kok pernah melewati itu. Allah memang sebaik itu mau menghibur saya.
dan saat ini, saya gatau perasaan si dedek bayi gimana, intinya saya gamau sok tau. saya yakin sih dia lebih dewasa dari mukanya haha. dia pasti tau gimana harus bersikap, ga kayak saya dulu.
intinya, menang dalam definisi kamu itu pastinya punya jalan masing2, dan kewajiban kita adalah mengusahakan kemenangan itu dengan terus melangkah. melangkah dan mengurangi jatah kalah kita. dan yakinlah, kemenangan yang bener2 ada itu ya dari Allah.
semoga kemenenagan yan udah kita definisikan masing2 itu akan berubah ke arah yang lebih baik. jika tetap pada definisi itu, insya Allah tetap semakin baik. aamin :)
semangat!!
oiya, inget lagunya bruno mars (saya lagi kesenengan sama si galau yang satu ini)
count on me
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah
If you're tossin' and you're turnin'
And you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Every day I will remind you
Oooh
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go, never say goodbye
You know...
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh
You can count on me 'cause I can count on you
semangat!! :D
Subscribe to:
Posts (Atom)
Written in the Stars
Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...
-
sore2 ditemani westlife dan segala deadline, acara, tujuan utama. deeadline ngerjain amplop bioscope, acara sampah sama scorp (ambigu) dan t...
-
Jakarta, 5 Januari 2019 Sebelum terlambat, saya mau buat appreciation post untuk 2018, beserta orang-orang, kejadian, dan tempat-tempat ...
-
Semester 7 sedikit lagi usai. Insya Allah, kalau rejekinya lancar -skripsi submit besok, sooca dan ujian lainnya 3 minggu ke depan- insya Al...