hari ini hari ayah-kah?
jika ya, semakin saya -gatau harus ngomong apa lagi-
barusan saya telepon mama, sudah menjadi rutinitas yang tidak pernah membosankan buat saya. sekedar mendengar "sudah makan" "hari ini capek" "cucian mama banyak" di ujung telepon sana buat saya sudah lebih dari cukup untuk me-recharge lagi semangat saya. dan jika mama susah ditelepon biasanya jadi terakumulasi besoknya. saya juga gatau kenapa bisa gini. saya baru menemukan rutinitas yang ga pernah bikin bosen ini.
dan mungkin malam ini, di tengah dinginnya jatinangor (eaaa kenapa galau bet) saya jadi makin ngerasa dingin.
barusan ayah cerita, kalo sekarang makannya udah pantang. ga makan daging2an, cuma makan tahu tempe dan sayur2an, jadi olahraga sedikit2, dan udah lumayan seger. ya, ayah saya sebulan yang lalu bedrest, awalnya karena tekanan darah tinggi, waktu itu sampai 180/100. ayah sampe dyspneu dan dikasi oksigen serta obat subllingual waktu itu sama dokternya. ini bener2 bikin saya cuma bisa bengong aja. saya bisa apa?
bahkan mengedukasi ayah sendiri saja saya masih kesulitan, masih bingung memilih bahasanya. harus bagaimana? ayah orang yang sangat saya hormati. beliau agak sulit menerima suatu masukan, ya memang sudah sifatnya begitu. tapi ayah juga orang yang saya cintai, melebihi semua pasien yang saya edukasi di car free day saat tenda tensi, saat bp tma, bahkan melebihi laki-laki mana pun di dunia ini, tapi kenapa... ironi sekali.
dan ayah barusan bikin saya bener2 tenang.
dan yang paling bikin saya terharu adalah, kata2 ini:
"ayah mau sehat aja, gamau sakit, kemarin sebulan di rumah udah cukup, capek, gaada hiburan, gabisa sholat ke masjid, harus minum obat banyak, udah ayah gamau lagi. kata dokter kalo ayah mau panjang umur ayah harus pantang, ga makan2 daging2 lagi. ayah cuma mau panjang umur ai, bisa liat ai berumah tangga, bisa liat ai jadi dokter hebat, kan kalo ai bisa jadi dokter bukan cuma cari uang aja, tapi juga ibadah, jihad. nanti kalo ketemu orang yang gapunya, biarin aja, kita bantuin. iya ayah cuma mau liat ai jadi dokter hebat. jadi ayah harus panjang umur. kita berjuang sama2 ya, berdoa, ai juga doakan ayah. ai di sana juga lagi berjuang, sendirian, ayah selalu doain ai."
saya menangis saat itu juga (dan saat ini sambil menulis ini).
ayah udah tau apa yang harus dilakukannya. dan membuat saya mikir, saya seharusnya tau juga apa yang harus saya lakukan.
ayah melakukannya untuk saya, ya untuk putri kecilnya yang kini sedang kebingungan belajar saraf. yang sedang mendapat kasus stroke -akibat darah tinggi- di ruang tutorialnya. berdiskusi upaya preventif dan promotif untuk mencegah faktor resikonya, termasuk darah tinggi, dan cuma bisa memikirkan bagaimana agar ayahnya juga bisa ia edukasi, namun tak juga ia lakukan. putri kecilnya yang masih saja suka mengeluh dalam menganalisis kasus ini, berteriak sana sini kalau ia belum belajar, tapi usahanya begitu kecil. putri kecilnya yang masih punya keinginan yang sama: membahagiakan orangtuanya.
saya menjadi punya semangat yang kian terbarukan. semangat untuk jadi kebanggaan ayah. ayah mau berusaha untuk saya, kenapa saya engga?
ayah, kalau ayah baca tulisan ai ini, semoga ayah tau betapa ai sayaaaang sekali sama ayah, ai minta maaf karena usaha ai di sini belum maksimal, ai minta maaf karena ai masih banyak memikirkan hal2 yang bukan tujuan utama ai. ai minta maaf gabisa nemenin ayah pas ayah lagi sakit. ai minta maaf karena ai belum bisa menjadi kebanggaan ayah, tapi seperti yang ayah bilang, kita akan berjuang bersama. terima kasih ayah sayang :')
ai sayang ayah♥
Tuesday, 12 November 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Written in the Stars
Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...
-
sore2 ditemani westlife dan segala deadline, acara, tujuan utama. deeadline ngerjain amplop bioscope, acara sampah sama scorp (ambigu) dan t...
-
Jakarta, 5 Januari 2019 Sebelum terlambat, saya mau buat appreciation post untuk 2018, beserta orang-orang, kejadian, dan tempat-tempat ...
-
Semester 7 sedikit lagi usai. Insya Allah, kalau rejekinya lancar -skripsi submit besok, sooca dan ujian lainnya 3 minggu ke depan- insya Al...
No comments:
Post a Comment