Monday, 21 January 2019

Belajar Berprasangka Baik

Habis dengerin ceramah di youtube Ust. Salim A. Fillah tentang Takdir.

Lalu mendapat highlight kira-kira gini:

Segala puji bagi Allah yang merahasiakan ketetapanNya dari kita; agar kita mencitakan yang terbaik, mengharapkan yang terbaik, meniatkan yang terbaik, merencanakan yang terbaik, mengamalkan dengan sebaik-baiknya, dan bertawakkal sebaik-baiknya.
Maka makna bahwa Dia di sisi prasangka hambaNya adalah, “Barangsiapa merasa dirinya berdosa dan yakin bahwa Allah Maha Pengampun, niscaya Allah mengampuninya. Barangsiapa merasa bahwa dirinya hina dan yakin bahwa Allah Maha Mulia, niscaya Allah meluhurkannya. Barangsiapa merasa bahwa dirinya bodoh dan yakin bahwa Allah Maha Tahu, niscaya Allah memberinya ilmu. Barangsiapa merasa bahwa dirinya lemah dan yakin bahwa Allah Maha Kuat, niscaya Allah menguatkannya. Barangsiapa merasa dirinya faqir dan yakin bahwa Allah Maha Kaya, niscaya Allah mencukupinya.”
selengkapnya...di sini dan di sini

:")
Pertama, serem banget... kalo ternyata di takdir kita, tertulis akan jadi orang jahat, serem banget kalo kita ditakdirin nggak akan punya jodoh, nggak akan punya keturunan, dan yang paling parah... mati dalam kondisi su'ul khatimah jadi ahli neraka, . Naudzubillahiminzalik.

Takut.

Tapi pegangan lagi: Allah Maha Adil, tidak akan menzalimi hamba-Nya dan Allah sesuai prasangka hamba-Nya.

Prasangka yang baik, prasangka yang baik, prasangka yang baik. Insya Allah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kita.

Kedua, menjawab segala ketakutan kita tentang banyak hal, tentang yang belum kita ketahui, belum kita usahakan dengan maksimal, belum sempat kita taubat, belum sempat belajar (huhu!!), belum sekuat itu, belum sekaya itu. Masya Allah, Allah punya semua yang belum (dan mungkin gaakan lengkap) kita miliki.

Minta. Berharap sama Dia, Mun :")


❤❤❤

Dalam judul: dijawabnya ketakutan-ketakutan akan banyak hal yang belum tentu terjadi di dunia ini, versi on the spot😂

No comments:

Post a Comment

Written in the Stars

Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...