Sunday, 28 September 2014

Tentang Mimpi

Saya akan ceritakan sisi manusiawi dari seorang ketua seksi. Yang hidupnya jauh dari kata berbakti, tidak pula ikhlas hati.

Jauh dari kata lurus, niat orang ini selalu diuji, semakin jauh dari kata lurus, namun selalu ada cara Sang Pencipta-nya menuntun orang ini kembali pada jalan yang tidak membuatnya terlalu jauh, terlalu jauh untuk sia-sia.

Saya akan ceritakan tentang bina desa :)
Bina desa FK Unpad, acara yang kami, Pengabdian Kepada Masyarakat Kema FK Unpad, rintis bersama Community Development CIMSA Unpad.

Program yang sembilan bulan lalu hanya menjadi mimpi saya... tidak, mimpi teman-teman saya, PKM 2012 lain, yang saya jalani... hahaha akhirnya saya jujur di sini, bahwa ini bukanlah mimpi saya sepenuhnya, saya memikul mimpi orang lain yang berbulan-bulan saya coba akui sebagai mimpi saya juga. Ternyata lelah rasanya mengejar apa yang tidak ingin kita kejar. Sulit menjalani apa yang kita pikir memang berat. Tapi, benar adanya bahwa Allah tidak akan menempatkan hamba-Nya di posisi yang ia tidak bisa pikul.

Meskipun lebih berat dari biasanya, alhamdulillah di depan jalan saya, terdapat orang-orang hebat yang muncul dan membantu meringankan beban saya, membantu membawakan beberapa di antaranya, atau banyak juga yang memberikan kata semangat... dan saya yakin ada doa yang saya tidak tau pernah dilantunkan untuk saya.

Saya bersyukur, saya menerima amanah ini. Saya bersyukur Allah mempercayai saya untuk memikul ini. Saya bersyukur Allah pertemukan saya dengan orang-orang di jalan ini.

Ya. Di saat saya lelah, saya bersyukur ada banyak orang yang mau merelakan waktunya semenit dua menit, bahkan berjam-jam untuk mendengar keluhan saya. Lebih daripada itu, seburuk apa pun saya, saya bersyukur Allah masih mengizinkan saya menemui kebesaran-Nya di atas sajadah. Menangis dan membentangkan seluruh pita-pita masalah di atas doa-doa kepada-Nya. Memasrahkan hidup kepada pencipta kehidupan.

Saya masih bersyukur air mata ini masih bisa keluar hanya saat di depan-Nya, tidak di depan orang lain. Saya bersyukur masih banyak orang lain yang mau membantu saya menemukan hikmah dari apa pun yang terjadi.


Di dalam menjalankan mimpi ini, saya akhirnya menemukan satu hal, bahwa terkadang ada mimpi-mimpi orang lain yang akan menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan pelajaran. Ada masih banyak orang yang tidak peduli ini mimpi saya atau bukan, yang jelas mereka mau membantu. Masih banyak orang yang rela mengepalkan tangannya ke atas sambil berkata 'semangat' untuk menyalurkan energi positifnya ke saya. Masih banyak orang yang mengamini doa-doa saya di timeline line. Dan masih banyak orang yang mau menjalani mimpi orang lain.



Kita akan terus menjalani mimpi, entah itu mimpi kita sendiri, atau mimpi orang lain, yang pasti si Empunya Dunia akan menyediakan jalan terindah untuk kita lalui, sepahit apa pun pasti ada manisnya, karena kita akan menghargai manis ketika pernah mengalami pahit.

Terima kasih bina desa FK Unpad, atas senyum, tangis, tawa, bahagia. Haha bahkan hanya ada satu tangis, selebihnya bahagia, semoga akhirnya akan sesuai dengan harapan semuanya, aamin.


Ditulis di kamar kosan, pada hari pembukaan bina desa FK Unpad, 28 September 2014.

No comments:

Post a Comment

Written in the Stars

Pengen serius dulu meski isinya sebenernya bakal jadi cheesy pisan plus menertawakan diri dalam hati sih, kenapa bisa ada dalam posisi ini?...